Thursday, 1 October 2015

Tentang Elektroda Dan Jenis-jenis Kawat Las SMAW


Pengertian Elektrode (Kawat Las)

http://chawqnoors.blogspot.com

Sobat fitter pasti sudah tahu yang namanya elektroda,karena benda ini merupakan kebutuhan pokok pekerjaan fitter.Tapi mungkin sobat fitter tidak sempat atau tidak peduli tentang 'apa sebenarnya elektroda itu? Penjelasan berikut semoga bisa menambah wawasan kita sebagai seorang fitter. Elektroda yang biasa kita sebut 'kawat las' adalah benda yang dipergunakan untuk melakukan pengelasan listrik.Busur nyala timbul ketika ujung kawat las sebagai pembakar bersinggungan dengan logam pengelasan.
Secara umum Elektroda bisa dibedakan 2 kelompok yaitu:
1.Elektroda berselaput/salutan
2.Elektroda polos

Elektroda Berselaput

Yang dimaksud elektroda berselaput adalah bahan inti kawat yang dilapisi salutan (flux) dari bahan kimia tertentu disesuaikan dengan jenis pengelasan.
Kawat las SMAW yang biasa kita pakai sehari-hari adalah termasuk elektroda berselaput.Elektroda ini terdiri dari dua bagian dengan fungsi yang berbeda, yaitu:

1. Bagian Inti Elektroda,yang berfungsi:

-Sebagai penghantar arus listrik.
-Sebagai bahan tambah
Untuk bahan, inti elektroda dibuat dari logam ferro dan non ferro, seperti baja karbon, baja paduan, aluminium, kuningan dan lain-lain.

2. Bagian Salutan Elektroda,yang berfungsi:

-Untuk memberikan gas pelindung pada logam yang dilas, melindungi kontaminasi udara pada waktu logam dalam keadaan cair.
-Membentuk lapisan terak, yang melapisi hasil pengelasan dari oksidasi udara selama proses pendinginan.
-Mencegah proses pendinginan agar tidak terlalu cepat.
-Memudahkan penyalaan.
-Mengontrol stabilitas busur.

Pengertian Flux / Salutan Elektroda

Flux / Salutan adalah bagian yang melapisi inti kawat las yang terbuat dari campuran bahan kimia khusus dengan percentase yang berbeda-beda untuk tiap jenis elektroda.Jenis bahan kimia pembuat flux misalnya selulosa, kalsium karbonat (Ca C03), titanium dioksida (rutil), kaolin, kalium oksida mangan, oksida besi, serbuk besi, besi silikon, besi mangan dan sebagainya.
Pelapisan fluksi pada kawat inti dapat dengah cara destrusi, semprot atau celup.Tebal selaput berkisar antara 70% sampai 50% dari diameter elektroda tergantung dari jenis selaput. Pada waktu pengelasan, selaput elektroda ini akan turut mencair dan menghasilkan gas CO2 yang melindungi cairan las, busur listrik dan sebagian benda kerja terhadap udara luar. Udara luar yang mengandung O2 dan N akan dapat mempengaruhi sifat mekanik dari logam Ias. Cairan selaput yang disebut terak akan terapung dan membeku melapisi permukaan las yang masih panas.
Salutan pada elektroda yang telah dibuka dari bungkusnya, harus disimpan di dalam kabinet pemanas atau oven dengan suhu 15 derajat lebih tinggi dari suhu udara luar, sebab lapisan tersebut sangat peka terhadap kelembaban. Apabila dibiarkan lembab, maka akan menyebabkan hal-hal sebagai berikut:
-Salutan mudah terkelupas, sehingga sulit untuk dinyalakan
-Percikan yang berlebihan
-Busurtidakstabil
-Asap yang berlebihan

Jenis-jenis Kawat Las SMAW

Sobat fitter,Jenis-jenis Kawat Las atau sebutan lain 'Eektroda' bisa dibedakan bermacam-macam tergantung cara penggunaan dan jenis material yang dilas,antara lain:
- Elektroda Baja Lunak
- Elektroda Nikel
- Elektroda Aluminium
- Elektroda Besi Tuang
- Dan lain-lain

Yang kita bahas pada kesempatan kali ini adalah tentang elektroda untuk baja lunak yang sering kita temui di lapangan(site).

Elektroda Baja Lunak



Pada dasarnya jenis inti kawat elektroda baja lunak terbuat dari bahan yang sama, perbedaannya terletak pada jenis selaputnya(flux).Berikut adalah beberapa jenis elektroda yang umum dipakai:

       1. E 6010 dan E 6011

Elektroda ini adalah jenis elektroda selaput selulosa yang dapat dipakai untuk pengelesan dengan penembusan yang dalam. Pengelasan dapat pada segala posisi dan terak yang tipis dapat dengan mudah dibersihkan. Deposit las biasanya mempunyai sifat sifat mekanik yang baik dan dapat dipakai untuk pekerjaan dengan pengujian Radiografi. Selaput selulosa dengan kebasahan 5% pada waktu pengelasan akan menghasilkan gas pelindung. E 6011 mengandung Kalium untuk mambantu menstabilkan busur listrik bila dipakai arus AC.

       2. E 6012 dan E 6013

Kedua elektroda ini termasuk jenis selaput rutil yang dapat manghasilkan penembusan sedang. Keduanya dapat dipakai untuk pengelasan segala posisi, tetapi kebanyakan jenis E 6013 sangat baik untuk posisi pengelesan tegak arah ke bawah atau las down. Jenis E 6012 umumnya dapat di pakai pada ampere yang relatif lebih tinggi dari E 6013. E 6013 yang mengandung lebih benyak Kalium memudahkan pemakaian pada voltage mesin yang rendah. Elektroda dengan diameter kecil kebanyakan dipakai untuk pangelasan pelat tipis.

       3. E 6020

Elektroda jenis ini dapat menghasilkan penembusan las sedang dan teraknya mudah dilepas dari lapisan las. Selaput elektroda terutama mengandung oksida besi dan mangan. Cairan terak yang terlalu cair dan mudah mengalir cocok untuk pengelasan datar tapi menyulitkan pada pengelasan dengan posisi lain misalnya posisi vertikal dan overhead.

       4. Elektroda Selaput Serbuk Besi

Elektroda jenis ini antara lain: E 6027, E 7014. E 7018. E 7024 dan E 7028 mengandung serbuk besi untuk meningkatkan efisiensi pengelasan. Umumnya selaput elektroda akan lebih tebal dengan bertambahnya persentase serbuk besi. Dengan adanya serbuk besi dan bertambah tebalnya selaput akan memerlukan ampere yang lebih tinggi.

       5. Elektroda Hydrogen Rendah

Elektroda jenis ini antara lain: E 7015,E 7016 dan E 7018.
Selaput elektroda jenis ini mengandung hydrogen yang rendah (kurang dari 0,5 %), sehingga deposit las juga dapat bebas dari porositas. Elektroda ini dipakai untuk pengelasan yang memerlukan mutu tinggi, bebas porositas, misalnya untuk pengelasan bejana dan pipa yang bertekanan.Disamping itu penggunaan elektroda ini juga banyak dipakai di bengkel fabrikasi dan konstruksi.

> Lanjutkan ke Pengelasan
> Lihat Daftar Isi Blog