Wednesday, 18 January 2017

Ini 5 Tantangan Metode Interview Kerja Migas

Memulai karir di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terutama di industri migas bukan perkara mudah.Apalagi buat Anda yang masih fresh graduate ( baru lulus sekolah / kuliah ), banyak sekali tantangan yang harus Anda hadapi.

PT PGN Tbk / photo by lokerbumn

Problem awal misalnya :
  • Kurang informasi, kemana saya harus mendaftar.
  • Belum punya relasi, peluang Anda semakin sempit karena tidak ada pembimbing yang mengarahkan Anda.
  • Persaingan yang cukup ketat, kebutuhan pegawai sedikit sedangkan jumlah pelamar kerja biasanya ratusan bahkan sampai ribuan orang.
  • Dan, masih banyak problem-problem lainnnya yang harus anda hadapi.


Disamping itu Anda juga harus mengikuti berbagai macam test sebagai persyaratan untuk diterima. Dan, tantangan terberat dalam hal ini adalah tes wawancara ( interview test ). Anda mungkin akan menghadapi berbagai metode interview dan Anda harus mampu menangani setiap gaya wawancara kerja dengan meyakinkan.

Lalu,metode apa sajakah yang kemungkinan diterapkan saat tes wawancara kerja?
Berikut adalah 5 jenis tantangan metode wawancara kerja yang mungkin akan Anda hadapi.

1.Wawancara Via Telepon


Komunikasi lewat telepon menjadi tantangan pertama yang harus Anda terima.
Anda mungkin akan diajak berbincang-bincang perihal pekerjaan Anda,alasan melamar,motifasi dan lain-kain.Jangan anggap enteng,saat ini juga tes sudah dimulai.Tingkat kecerdasan dan karakter Anda akan diketahui berdasarkan cara berbicara dan berkomunikasi.

Kenyataan bahwa Anda tidak bisa membaca bahasa tubuh atau ekspresi berarti bahwa seluruh komunikasi didasarkan pada bahasa, nada dan pitch.Anda harus bijak dalam hal ini.Pastikan bahwa Anda telah mempersiapkan diri dengan baik,bersikap tenang dan wajar. Jika Anda tidak fokus mendengar dan menjawab pertanyaan yang diajukan pewawancara sehingga pewawancara tidak dapat memahami maksud Anda, kemungkinan kesempatan re-scedule perekrutan tidak akan Anda dapatkan.

Selalu memiliki salinan data diri ( CV ) Anda, deskripsi pekerjaan,serta informasi perusahaan, agar bisa menjawab perihal pekerjaan dengan benar.Kemampuan verbal Anda harus profesional dan canggih, dengan nada yang baik dan meyakinkan.
Bagaimana perlakuan Anda selama wawancara telepon akan menentukan apakah Anda mendapatkan kesempatan ke tahap berikutnya - itu bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng. Pada akhir wawancara telepon pastikan untuk bertanya tentang langkah berikutnya.

2. Wawancara Berbasis Kompetensi


Wawancara berbasis kompetensi dirancang untuk menilai perilaku, nilai-nilai dan sikap. Biasanya pewawancara akan menilai 4 sampai 6 pertanyaan.Jika Anda melakukan wawancara untuk posisi sebagai technician atau operator minyak dan gas,misalnya, Anda akan dinilai berdasarkan tanggung jawab, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan orientasi hasil.

Pewawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk membangun apa tindakan yang Anda ambil untuk menghadapi situasi tertentu. Anda akan diuji terhadap berbagai tolok ukur kompetensi sesuai peran.
Topik pertanyaan mungkin seputar ini:
  • Ceritakan tentang waktu ketika Anda menangani krisis besar? Apa strategi Anda?
  • Berikan saya contoh ketika Anda dipaksa untuk membuat keputusan profesional yang sulit? Faktor-faktor apa yang mempengaruhi Anda? Apa hasilnya?

Jika Anda tidak bisa memikirkan contoh profesional karena Anda berada di tahap awal berkarir, pewawancara biasanya akan memungkinkan Anda untuk merujuk ke jenis lain dari suatu situasi.

3. Wawancara Penilaian


Tes pra-kerja dan penilaian dapat digunakan pada setiap tahap proses wawancara tapi biasanya digunakan untuk tujuan pra-seleksi.

Pewawancara mungkin melihat dan menilai komunikasi Anda dan kemampuan analisis melalui berbagai peran, presentasi, latihan kelompok atau tes pra-desain. Ini dapat termasuk tes teknis, tes bakat dan tes kepribadian.
Anda harus selalu menggali informasi sebanyak mungkin di muka, termasuk tujuan dari penilaian sehingga Anda dapat mempersiapkan dengan baik.

4.Wawancara Panel


Dalam sebuah wawancara panel Anda akan bertemu dengan beberapa pengambil keputusan dalam grup diskusi.Pada awal wawancara perhatikan nama masing-masing pembuat keputusan sehingga Anda dapat mengenali setiap individu.

Ketika menjawab pertanyaan dari salah satu peserta, coba untuk membuat kontak mata dengan setiap anggota panel saat Anda berbicara. Setiap peserta akan memiliki tingkat pengaruh dalam proses perekrutan.Dianjurkan agar Anda mencoba untuk menjalin hubungan dengan baik kepada setiap anggota panel, bahkan jika mayoritas pertanyaan hanya diminta oleh salah satu, atau dua orang saja.
Wawancara panel bisa menjadi pengalaman yang sangat menakutkan bahkan ketika Anda sudah mempersiapkan dengan baik, atau bahkan sebaliknya.

5. Wawancara Berbasis Stres


Meskipun bukan teknik wawancara umum, wawancara berbasis stres mungkin berlangsung. Pewawancara akan mencoba untuk menempatkan Anda di bawah tekanan untuk menentukan bagaimana Anda merespon. Hal ini mungkin dalam bentuk pertanyaan yang agresif, keheningan, atau interupsi tak berujung.
Gaya wawancara ini dirancang untuk menguji batas-batas fisik kesabaran Anda dan melihat apakah Anda merespon dengan baik sesuai tolok ukur pewawancara.

Itulah 5 tantangan metode yang digunakan untuk interview kerja di perusahaan BUMN, terutama di bidang migas.Di sektor industri yang lain tanpa disadari mungkin ini akan Anda alami juga.Itulah sebabnya kenapa tiba-tiba Anda tidak masuk dalam daftar perekrutan.

Thursday, 12 January 2017

Ball Valve - Pengertian,Tipe-tipe dan Fungsinya

Jika dilihat dari bentuk casingnya, kadang kita sulit membedakan mana Ball Valve dan yang mana Globe Valve.Kedua jenis valve ini memang mempunyai bentuk serta nama yang hampir mirip.

Lalu, bagaimana cara membedakannya?
Baca terus penjelasannya berikut ini sehingga Anda dapat dengan mudah membedakan antara Ball Valve dan Globe Valve.

Apa yang dimaksud Ball Valve?

Ball Valve adalah sebuah katup dengan pengontrol aliran berbentuk disc bulat seperti bola. Disc bola tersebut memiliki lubang yang berada tepat di tengahnya. Ball Valve dalam posisi terbuka (open) ketika lubang tersebut menghadap searah dengan kedua ujung katup, dan aliran akan terjadi.Dan ketika handle diputar sehingga posisi lubang berada tegak lurus terhadap ujung katup, maka posisi valve dalam kondisi tutup (close), dan aliran akan terhalang atau tertutup.

Ball valve banyak digunakan  karena kemudahannya dalam  perbaikan dan kemampuan untuk menahan tekanan dan suhu tinggi. Tergantung dari material apa mereka terbuat, Ball Valve dapat menahan tekanan hingga 10.000 Psi dan dengan temperature sekitar 200 derajat Celcius.

Ilustrasi-pemasangan-ball-valve+pneumatic-actuator
( Ilustrasi-pemasangan-ball-valve+pneumatic-actuator/photo by www.gommci.com )

Ball Valve digunakan secara luas dalam aplikasi industri karena mereka sangat serbaguna, dapat menahan tekanan hingga 1000 barr dan suhu hingga 482 ° F (250 ° C). Ukurannya biasanya berkisar 0,2-11,81 inci (0,5 cm sampai 30 cm).

Baca juga :

Ball Valve dapat terbuat dari logam , plastik atau pun dari bahan keramik. Bolanya sering dilapisi chrome untuk membuatnya lebih tahan lama.


TIPE-TIPE BALL VALVE


Ada 2 tipe Ball Valve yaitu :

1. Full Bore Ball Valve


ball-valve-tipe-full-bore

Full bore ball valve adalah tipe ball valve dengan diameter lubang bolanya sama dengan diameter pipa. Jenis full bore ball valves ini biasanya digunakan pada  blow down, piggable line, production manifold, pipeline...


2. Reduced Bore Ball Valves


ball-valve-tipe-reducer-bore

Reduced bore ball valves adalah jenis ball valve yang diameter lubang bolanya tidak seukuran  / lebih kecil dari ukuran pipa. Minimum diameter bola katup yang berkurang adalah  satu ukuran lebih rendah dari ukuran diameter pipa  sebenarnya. Misalnya ukuran diameter  pipa 4 inci dan diameter bola valve adalah 3 inchi.


FUNGSI, KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BALL VALVE


Pemakaian Dan Fungsi Ball Valve


Ball Valve sering dipakai pada proses hydrocarbon, ball valve mampu mengatur besar kecil aliran gas dan uap terutama untuk tekanan rendah. Valve ini dapat dengan cepat ditutup dan cukup kedap untuk menahan fluida/ zat cair. Ball valve tidak menggunakan handwheel, tetapi menggunakan ankle untuk membuka atau menutup valve dengan sudut 90°. Desainnya yang simple, meminimalkan turunnya tekanan pada saat valve dibuka penuh.

Ball Valve banyak dipakai dan difungsikan pada:
  • Pengendalian Aliran (Flow Control)
  • Pengendali Tekanan (Pressure Control)
  • Shut off
  • Cocok untuk high pressure dan temperatures / tekanan dan suhu yang tinggi


Kelebihan Ball Valve:


  • Kehilangan tekanan sangat rendah
  • Jarang bocor
  • Ukuran simple dan tidak begitu berat jika dibandingkan dengan valve lain yang sejenis
  • Mudah dibuka dan tidak mudah terkontaminasi.


Kekurangan Ball Valve :


  • Seat bisa rusak karena adanya gesekan antara ball dengan seat
  • Pembukaan handle yang cepat bisa menimbulkan water hammer/palu air pada system sehingga terjadi tekanan yang besar yang bisa merusak system/sambungan dan dinding pipa.

Source :
http://www.kitomaindonesia.com

Wednesday, 11 January 2017

Check Valve - Pengertian,Jenis-jenis,Fungsi Serta Cara Kerja

Sebelum membahas mengenai Check Valve,apa sebenarnya Valve itu?
Valve adalah sebuah perangkat yang terpasang pada sistem perpipaan, yang berfungsi untuk mengatur, mengontrol dan mengarahkan laju aliran fluida dengan cara membuka, menutup atau mengalirkan sebagian fluida guna mendapatkan pressure yang diinginkan

Ilustrasi-pemasangan-berbagai-jenis-valve-pada-pemipaan-migas
Ilustrasi-pemasangan-berbagai-jenis-valve-pada-pemipaan-migas/photo by kitzindonesia.blogdetik.com

Apa yang dimaksud dengan Check Valve
Check Valve adalah alat(valve) yang digunakan untuk mengatur fluida(gas,cair) hanya mengalir ke satu arah saja dan mencegah aliran ke arah sebaliknya(backflow).

Check Valve tidak menggunakan handel untuk mengatur aliran, tapi menggunakan gravitasi dan tekanan dari aliran fluida itu sendiri. Karena fungsinya yang dapat
mencegah aliran balik (backflow) Check Valve sering digunakan sebagai pengaman dari sebuah equipment dalam sistem perpipaan.


JENIS-JENIS CHECK VALVE


Ada 2 jenis check valve yang paling umum digunakan pada sistem perpipaan yaitu Swing Check Valve dan Lift Check Valve. Swing Check Valve biasanya dipasangkan dengan Gate Valve, sedangkan Lift Check Valve oleh beberapa pabrikan digunakan untuk menggantikan fungsi Ball Valve sebagai Ball Check Valve. 

Disamping 2 jenis tersebut, masih ada jenis-jenis Check Valve lainnya yang tak kalah pentingnya dalam industri,utamanya pada instalasi sistem perpipaan.

Baca juga:



Lalu,apa sajakah jenis-jenis check valve tersebut?
Berikut 6 jenis check valve yang sering kita temui di industri dan sistem perpipaan:

1. Lift Check Valve


 lift-check-valve-imagelift-check-valve-detail

Jika diamati dari konfigurasinya, check valve ini sepintas sangat mirip dengan Globe Valve, namun yang membedakannya adalah putarannya, pada Globe Valve putaran valve atau disk dapat dimanipulasi, sedangkan untuk Lift Check Valve hal tersebut tidak dapat dilakukan. Sisi inlet dan outlet pada Lift Check Valve dipisahkan oleh sebuah plug berbentuk kerucut dan terletak pada sebuah dudukan, umumnya plug ini materialnya terbuat dari logam.

Baca : Globe Valve - Berbagai Jenis Globe Valve Beserta Penjelasan Lengkap

Tentu sebagian dari Anda akan bertanya, apa fungsi plug tersebut? jawabannya ialah, saat terjadi aliran maju pada inlet, maka plug tersebut akan terdorong oleh tekanan aliran fluida, sehingga fluida tersebut akan menuju ke sisi outlet. Sedangkan bila terjadi aliran balik (back flow), maka plug tersebut akan menutup, semakin besar tekanan yang ditimbulkan oleh aliran balik, semakin rapat pula plug tersebut pada dudukannya. Jadi aliran balik fluida tidak akan terjadi dalam waktu yang lama.

Dalam suatu perindustrian, Lift Check Valve digunakan pada proses pengaliran fluida gas, karena tingkat kebocoran pada jenis valve ini sangat minim. Selain itu, check valve jenis lift ini sering juga digunakan untuk mencegah terjadinya aliran balik condensat ke steam trap karena dapat menimbulkan dampak buruk bagi turbin uap, misalnya saja menyebabkan korosi. Keunggulan dari Lift Check Valve yaitu memiliki bentuk yang sederhana sehingga hanya membutuhkan sedikit perawatan, sedangkan kekurangannya yaitu hanya cocok digunakan pada jenis pipa horisontal serta berukuran besar.

2. Swing Check Valve


swing-check-valve-imageswing-check-valve-detail

Valve jenis ini memiliki disk yang ukurannya sama dengan diameter pipa, disk atau penampang tersebut dirancang menggantung pada bagian atas, berbeda dengan lift check valve. Prinsip kerjanya sama saja dengan lift check valve, yaitu saat terjadi aliran maju, maka disk tersebut akan terbuka dan begitupun sebaliknya saat terjadi aliran balik. Keunggulan dari valve jenis ini ialah memiliki biaya perawatan yang murah dan kehilangan tekanan sangat rendah. Sedangkan kekurangannya yaitu kemungkinan kebocoran aliran fluida sangat mungkin terjadi dan kurang efektif digunakan pada aliran rendah karena hambatan oleh penampang.

3. Backwater Check Valve


back-water-check-valve-imageback-water-check-valve-detail

Mungkin jenis valve yang satu ini sangat sering ditemui di sekitar kita, karena backwater valve digunakan untuk sistem pembuangan air bawah tanah. Mungkin sebagian dari Anda menggunakan valve jenis ini di kamar mandi rumah. Fungsi utama dari backwater valve yaitu untuk mencegah terjadinya aliran balik air pada saluran pembuangan ketika terjadi banjir. Seperti yang kita ketahui, saat terjadi banjir saluran pembuangan akan dipenuhi oleh air sehingga tekanannyapun semakin tinggi dan dapat menyebabkan aliran balik. Dengan menggunakan backwater valve, banjir yang disebabkan oleh aliran balik dapat diatasi.

4. Disc Check Valve


disk-check-valve-imagedisk-check-valve-detail

Disk Check valve terdiri atas body, spring, spring retainer dan disc. Prinsip kerjanya adalah saat terjadi foward flow, maka disk akan didorong oleh tekanan fluida dan mendorong spring sehingga ada celah yang menyebabkan aliran fluida dari inlet menuju outlet. Sebaliknya apabila terjadi reverse flow, tekanan fluida akan mendorong disk sehingga menutup aliran fluida

Perbedaan tekanan diperlukan untuk membuka dan menutup valve jenis ini dan ini ditentukan oleh jenis spring yang digunakan.

Selain spring standar, tersedia juga beberapa pilihan spring  yang tersedia:

  • No spring - Digunakan di mana perbedaan tekanan di valve kecil.
  • Nimonic spring - Digunakan dalam aplikasi suhu tinggi.
  • Heavy duty spring - Hal ini meningkatkan tekanan pembukaan yang diperlukan. Bila dipasang pada line boiler water feed, dapat digunakan untuk mencegah uap boiler dari kebanjiran ketika mereka unpressurised.


5. Swing Type Disk Check Valve


swing-type-disk-check-valve-image

Dalam penggunaan Swing Check Valve dan Lift Check Valve terbatasi hanya untuk pipa ukuran besar (diameter DN80 atau lebih). jadi  sebagai solusinya adalah dengan menggunakan Disk Check Valve. Dengan menggunakan Disk Check Valve dapat digunakan tubing dengan ukuran yang mengerucut pada satu sisinya sehingga dapat diaplikasikan pada pipa yang lebih kecil ukurannya.


6.Split Disc Check Valve


split-disk-check-valve-image

Split Disc Check Valve terdiri dari disk yang bagian tengahnya merupakan poros yang memungkinkan disk bergerak seolah terbagi dua bila didorong dari arah yang benar (foward flow) dan menutup rapat bila ditekan dari arah yang salah (reverse flow).


CARA KERJA CHECK VALVE


Check valve sejatinya berfungsi untuk mengalirkan fluida secara searah dengan tujuan untuk menghindari terjadinya aliran balik (back flow).

Cara kerja check valve dapat digambarkan sebagai berikut, ketika laju aliran fluida sesuai dengan arahnya, laju aliran tersebut akan membuat  plug atau disk membuka. Jika ada tekanan yang datang dari arah berlawanan, maka plug atau disk tersebut akan menutup.
Source: 
http://www.prosesindustri.com/
http://www.kitomaindonesia.com/
http://www.pipingguide.net/

Demikianlah ulasan mengenai pengertian,jenis-jenis serta fungsi dan cara kerja check valve, semoga artikel ini bermanfaat.Baca juga artikel lainnya di blog ini.
Bagikan artikel ini di medsos Anda.



Tuesday, 10 January 2017

Globe Valve - Berbagai Jenis Beserta Penjelasan Lengkap

Apa itu Globe Valve?

Globe Valve adalah valve yang memiliki arah gerak linier dan dirancang sebagai stopping ( menghentikan aliran), membuka aliran dan mengatur aliran. Disk globe valve bisa benar-benar menutup sebuah aliran .

Untuk globe valve biasa (konvensional) dapat digunakan sebagai isolasi dan throttling service. Meskipun valve jenis ini menunjukkan sedikit lebih tinggi angka penurunan tekanan di banding dengan valve jenis lain ( gate valve, plug  dan ball valve).

Globe valve secara dasar di desain untuk mengontrol aliran. Panjang jangkauan (range) control aliran, penurunan tekanan dan duty harus menjadi pertimbangan dalam merancang pembuatan globe valve agar tidak terjadi kegagalan system.

Pada umumnya tekanan diferensial (differential pressure) maksimum pada disk tidak boleh melebihi 20% dari tekanan maksimum upstream atau sekitar 200psi (1380kPa). Namun untuk Janis globe valve dengan list khusus mampu bekerja melebihi besar tekanan tersebut.


MACAM-MACAM GLOBE VALVE


Untuk memenuhi standart fungsi dan penempatannya dalam sistem pemipaan(piping), ada tiga desain utama dalam pembuatan globe valve, yaitu:

1. Globe Valve Desain Tee Pattern ( Pola Tee )



Jenis desain globe valve pola tee adalah jenis yang umum yang biasa kita temukan, dengan diafragma berbentuk “Z”. Pengaturan seat horizontal memungkinkan batang dan disk untuk bergerak lurus dalam satu garis horizontal.

Desain jenis ini memiliki nilai koefisien terendah aliran, seperti jalur bypass di sekitar kontrol valve. Pola Tee juga dapat digunakan dalam sebuah aplikasi dimana penurunan tekanan bukanlah sebuah hal yang penting dalam rancangan sistem instalasi.

2. Globe Valve Desain Angle Patern ( Pola Angle )



Globe Valve desain Angle Pattern merupakan hasil modifikasi dari jenis desain Tee Pattern (pola Tee). Ujung valve ini berada pada sudut 90 derajat dan aliran mengalir dalam sudut 90 derajat.

Pola desain seperti ini memiliki koefisien sedikit lebih rendah dari pola Wye ( jenis desain ketiga). Biasa digunakan dalam pemakaian untuk menangani efek slugging dari jenis aliran.


3. Globe Valve Desain Wye Pattern ( Pola Wye )



Inilah jenis desain yang merupakan alternative untuk penurunan tekanan yang tinggi, yang terjadi pada globe valve.

Seat dan stem yang miring 45 derajat memungkinkan memberikan aliran tegak pada posisi terbuka penuh dan menawarkan sedikit tahanan aliran.

Secara luas digunakan sebagai throtting selama operasi sementara / start up.

Baca juga :



PENGERTIAN DISK, SEAT, DAN STEM PADA GLOBE VALVE.


Diatas dalam penjelasan jenis dan desain rancangan globe valve saya sering menyebutkan disk, seat dan stem . Dibawah ini akan saya jelaskan tentang ketiganya.

1. DISK.


Pada globe Valve ada beberapa jenis lagi disk yang digunakan , antara lain:
a. Ball Disc ( disk bola), Desain ball disk (disk bola)yang digunakan terutama untuk tekanan rendah dan suhu yang rendah, pada prinsipnya diterapkan untuk berhenti dan membuka sebuah aliran.
b. Composition Disc ( disk komposisi),Desain Komposisi disk menggunakan bahan non logam berbentuk cincin yang menjamin penutupan yang sempurna/kuat.
c. Plug Disc ( plug disk).Desain Plug Disk memberikan throttling yang lebih baik daripada jenis ball maupun komposisi. Tersedia dalam bentuk yang berbeda namun semua berbentuk panjang dan runcing.

2. SEAT.


Seat Globe Valve terintegrasi atau memutar kebadan valve. Banyak globe valve memiliki backseats dalam bonnet. Backseat memberikan segel antara batang (stem) dan bonnet untuk mencegah tekanan system dari build ke packing valve saat valve terbuka penuh.

3. STEM.


Globe Valve menggunakan dua metode untuk menghubungkan disk dan batang (stem) yaitu:
a. T-slot,
b. Disc Nut Contruction.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PENGGUNAAN GLOBE VALVE


1. Keuntungan Menggunakan Globe Valve:


  • Kemampuan menutup yang maksimal,
  • Kemampuan yang cukup baik untuk throttling,
  • Stroke yang lebih pendek, dibandingkan dengan gate valve,
  • Tersedia dalam berbagai macam yaitu: Tee, Wye, dan Angle sehingga bisa mudah digunakan dalam berbagai aplikasi.
  • Dengan disk yang tidak melekat pada batang sehingga valve dapat digunakan sebagai stop check valve.
  • Mudah dan cepat dalam pemasangan,

2. Kerugian Menggunakan Globe Valve:


  • Penurunan tekanan yang lebih tinggi ( di bandingkan dengan gate valve)
  • Membutuhkan tenaga yang lebih besar atau actuator yang lebih kuat,
  • Throttling aliran di bawah seat dan shut off di atas seat.


Demikian pembahasan mengenai pengertian Globe Valve - jenis,fungsi serta cara kerjanya.Silahkan dishare jika artikel ini bermanfaat.
Source:abi-blog.

Gate Valve - Cara Kerja Dan Fungsinya

Dalam dunia proyek konstruksi,fabrikasi, mekanikal, terutama yang berhubungan dengan piping,pasti sudah mengenal yang namanya valve.Dan, diantara berbagai macam valve ada yang namanya Gate Valve.

gate-valve


Apa itu Gate Valve?

Gate Valve adalah jenis valve pada sistem instalasi pemipaan yang berfungsi hanya untuk memblokir dan meneruskan aliran (flow), sehingga tidak cocok bila digunakan untuk mengontrol debit aliran.

Untuk mencegah lewatnya aliran cairan (liquid), jenis valve ini menggunakan lempengan (stopper) yang digerakan secara naik dan turun.

PEMASANGAN DAN CARA KERJA GATE VALVE


Cara pemasangan Gate Valve secara prinsip sangat sederhana, dengan menggunakan dua konektor berulir atau  menggunakan dua flange yang dihubungkan ke sistem pipa.

Sedangkan cara kerja Gate Valve, jika handle (pegangan) diputar, bagian bonnet bergerak naik ke atas konektor dengan area stopping wedge merubah dengan memaksa gerakan menjadi naik dan turun.  Handle yang menaikkan dan menurunkan stopper menempati ruang bonnet.

gate-valve-detail


Ketika handel diputar, maka stopper bergerak di dalam valve. Stopper masuk kedalam ruang dimana cairan melewatinya.

Pada posisi buka atau tutup, valve jenis ini bisa dikenali berdasarkan tinggi rendahnya handle (pegangan).Jika posisi handle rendah berarti valve dalan kondisi terbuka, dan sebaliknya.

Casing valve yang sedikit lebih lebar dari pipa yang terhubung memungkinkan stopper benar-benar menutupi ruang aliran dan membuatnya benar benar tertutup.


FUNGSI GATE VALVE


Dalam banyak hal jenis valve ini didesain dan difungsikan untuk membuka dan menutup aliran dengan cara tertutup rapat dan terbuka penuh sehingga valve ini tidak cocok untuk mengatur debit aliran karena kurang akurat dalam hal mengontrol jumlah aliran.

Gate valve dalam posisi tertutup sebagian dapat meningkatkan tekanan dalam suatu sistem dan memungkinkan mengakibatkan getaran tak terduga dalam cairan.

PEMAKAIAN GATE VALVE


Gate Valve sering digunakan dalam instalasi ber-temperatur dan bertekanan tinggi misalnya dalam sistem instalasi di:
  • Pertambangan,
  • Pembangkit Listrik,
  • Pengolahan Air,
  • Aplikasi lepas pantai.

Demikian pembahasan mengenai pengertian Gate Valve - fungsi serta cara kerjanya.Silahkan dishare jika artikel ini bermanfaat.
Source:abi-blog


Friday, 6 January 2017

Sistem Kerja PLTG vs Sistem Kerja PLTGU

Apa yang dimaksud dengan PLTGU?
Bagaimana sistem kerjanya?
Sebelum membahas mengenai sistem kerjanya mari kita lihat dulu singkatan berikut.

  • PLTU = Pembangkit Listrik Tenaga Uap
  • PLTG = Pembangkit Listrik Tenaga Gas
  • PLTGU = Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap

Sampai di sini kira-kira sudah ada gambaran bukan?

pltgu-grati
( PLTGU Grati /photo by antaranews )

Jadi PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap) adalah suatu instalasi peralatan yang berfungsi untuk mengubah energi panas menjadi energi listrik,yang merupakan gabungan antara PLTG dengan PLTU.  

PLTU memanfaatkan energi panas dan uap dari gas buang hasil pembakaran di PLTG untuk memanaskan air di HRSG (Heat Recovery Steam Genarator), sehingga menjadi uap jenuh kering. Uap jenuh kering inilah yang akan digunakan untuk memutar sudu (baling-baling). Gas yang dihasilkan dalam ruang bakar pada Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) akan menggerakkan turbin dan kemudian generator, yang akan mengubahnya menjadi energi listrik.

Sama halnya dengan PLTU, bahan bakar PLTG bisa berwujud cair (BBM) maupun gas (gas alam). Penggunaan bahan bakar menentukan tingkat efisiensi pembakaran dan prosesnya.

Sistem Kerja PLTG


Pertama, turbin gas berfungsi menghasilkan energi mekanik untuk memutar kompresor dan rotor generator yang terpasang satu poros, tetapi pada saat start up fungsi ini terlebih dahulu dijalankan oleh penggerak mula (prime mover).

Penggerak mula ini dapat berupa diesel, motor listrik atau generator turbin gas itu sendiri yang menjadi motor melalui mekanisme SFC (Static frequency Converter). Setelah kompresor berputar secara kontinu, maka udara luar terhisap hingga dihasilkan udara bertekanan pada sisi discharge (tekan) kemudian masuk ke ruang bakar.

Kedua, proses selanjutnya pada ruang bakar, jika start up menggunakan bahan bakar cair (fuel oil) maka terjadi proses pengkabutan (atomizing) setelah itu terjadi proses pembakaran dengan penyala awal dari busi, yang kemudian dihasilkan api dan gas panas bertekanan. Gas panas tersebut dialirkan ke turbin sehingga turbin dapat menghasilkan tenaga mekanik berupa putaran. Selanjutnya gas panas dibuang ke atmosfer dengan temperatur yang masih tinggi.


Kelemahan Mesin Turbin Gas (PLTG)


Salah satu kelemahan mesin turbin gas (PLTG) adalah efisiensi termalnya yang rendah. Rendahnya efisiensi turbin gas disebabkan karena banyaknya pembuangan panas pada gas buang. Dalam usaha untuk menaikkan efisiensi termal tersebut, maka telah dilakukan berbagai upaya sehingga menghasilkan mesin siklus kombinasi seperti yang dapat kita jumpai saat ini.

Prinsip Kerja PLTGU


sistem-kerja-pltgu
(sistem-kerja-pltgu / photo by rakhman.net)

Prinsip kerja PLTG adalah sebagai berikut, mula-mula udara dimasukkan kedalam kompresor dengan melalui air filter / penyaring udara agar partikel debu tidak ikut masuk ke dalam kompresor tersebut. Pada kompresor tekanan udara dinaikkan lalu dialirkan ke ruang bakar untuk dibakar bersama bahan bakar. Disini, penggunaan bahan bakar menentukan apakah bisa langsung dibakar dengan udara atau tidak.

Jika menggunakan BBG, gas bisa langsung dicampur dengan udara untuk dibakar. Tapi jika menggunakan BBM harus dilakukan proses pengabutan dahulu pada burner baru dicampur udara dan dibakar. Pembakaran bahan bakar dan udara ini akan menghasilkan gas bersuhu dan bertekanan tinggi yang berenergi (enthalpy). Gas ini lalu disemprotkan ke turbin, hingga enthalpy gas diubah oleh turbin menjadi energi gerak yang memutar generator untuk menghasilkan listrik.

Baca juga:


Setelah melalui turbin sisa gas panas tersebut dibuang melalui cerobong/stack. Karena gas yang disemprotkan ke turbin bersuhu tinggi, maka pada saat yang sama dilakukan pendinginan turbin dengan udara pendingin dari lubang udara pada turbin.Untuk mencegah korosi akibat gas bersuhu tinggi ini, maka bahan bakar yang digunakan tidak boleh mengandung logam Potasium, Vanadium, dan Sodium yang melampaui 1 part per mill (ppm).

Kelemahan PLTGU
Sampai saat ini belum ada survei yang pasti mengenai kelemahan PLTGU.

Keuntungan PLTGU


Keuntungan PLTGU, diantaranya adalah:

  1. Efisiensi termalnya tinggi, sehingga biaya operasi (Rp/kWh) lebih rendah dibandingkan dengan pembangkit thermal lainnya.
  2. Biaya pemakaian bahan bakar (konsumsi energi) pada PLTGU lebih rendah.
  3. Proses pembangunan PLTGU relatif lebih cepat.
  4. Kapasitas daya PLTGU bervariasi dari kecil hingga besar.
  5. Menggunakan bahan bakar gas yang bersih dan ramah lingkungan.
  6. Fleksibilitas PLTGU tinggi.
  7. Tempat yang diperlukan tidak terlalu luas, sehingga biaya investasi lahan lebih sedikit.
  8. Pengoperasian PLTGU yang menggunakan komputerisasi memudahkan pengoperasian.
  9. Waktu yang dibutuhkan: untuk membangkitkan beban maksimum 1 blok PLTGU relatif singkat yaitu 150 menit.
  10. Prosedur pemeliharaan lebih mudah dilaksanakan dengan adanya fasilitas sistem diagnosa.


Siklus PLTGU


Di bidang industri saat ini, dilakukan usaha untuk meningkatkan efisiensi turbin gas yaitu dengan cara menggabungan siklus turbin gas dengan siklus proses sehingga diperoleh siklus gabungan yang biasa disebut dengan istilah “Cogeneration”. Sedangkan untuk meningkatkan efisiensi termal turbin gas yang digunakan sebagai unit pembangkit listrik (PLTG), siklus PLTG digabung dengan siklus PLTU sehingga terbentuk siklus gabungan yang disebut “Combined Cycle” atau Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU).

Siklus PLTGU terdiri dari gabungan siklus PLTG dan siklus PLTU. Siklus PLTG menerapkan siklus Brayton, sedangkan siklus PLTU menerapkan siklus ideal Rankine

Penggabungan siklus turbin gas dengan siklus turbin uap dilakukan melalui peralatan pemindah panas berupa boiler atau umum disebut “Heat Recovery Steam Generator” (HRSG). Siklus kombinasi ini selain meningkatkan efisiensi termal juga akan mengurangi pencemaran udara.Dengan menggabungkan siklus tunggal PLTG menjadi unit pembangkit siklus kombinasi (PLTGU) maka dapat diperoleh beberapa keuntungan,seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Seperti itulah sistem kerja PLTG serta sistem kerja PLTGU,semoga artikel ini bermanfaat.Simak artikel penting lainnya di blog ini.
Source: wikipedia

Monday, 2 January 2017

Lowongan Kerja Di Perusahaan Tambang Tembaga Januari 2017.

Pabrik tambang tembaga di area Maluku yaitu PT Batutua Tembaga Raya dan PT Batutua Kharisma Permai sedang membutuhkan banyak tenaga kerja profesional untuk mengisi jabatan sebagai berikut:
  1. Metallurgical Manager
  2. Senior Metallurgist
  3. Plant Metallurgist
  4. Safety Training Officer
  5. Site Doctor
  6. Paramedic

PT Batutua Tembaga Raya and PT Batutua Kharisma Permai merupakan perusahaan yang bersama-sama mengoperasikan Proyek Tembaga Wetar di Maluku Barat Daya. Proyek tembaga Wetar adalah tambang terbuka yang menghasilkan katoda tembaga LME grade dari pencucian tumpukan diikuti oleh ekstraksi dan pengolahan Electrowinning.

Jika anda mempunyai skill dan kriteria yang memenuhi syarat, silahkan kontak ke:
hr.wetar@batutuagroup.com.
Atau langsung ke websitenya:
www.findersresources.com.
Kesempatan dibuka sampai tanggal 15 Januari 2017.
(sumber info: petromindo.com).

Untuk lebih jelasnya mengenai posisi jabatan serta persyaratan-persyaratannya, silahkan baca keterangan di bawah ini.

perusahaan-tambang-tembaga

To strengthen the existing management team and to ensure the achievement of the company objectives, PT Batutua Tembaga Raya and PT Batutua Kharisma Permai is seeking suitable candidates to fill the position of:

1. METALLURGICAL MANAGER (12-MTM)

Metallurgical Manager holds an important role in Metallurgy section of Processing Department, with analytical expertise to examine metal processing techniques to make sure that quality is maintained and to improve processing or develop new methods; conducting plant investigations and trials to identify problems and potential areas for improvement. This position will be based in Wetar Copper Project site with 4 weeks onsite and 2 weeks offsite roster.

Candidates for this role would be expected to have the following qualifications and experience:
1. Minimum bachelor degree qualification in Metallurgy / Mineral Processing
2. Significant experience in an operating process plant environment especially in metallurgical section, and in supervisory and managerial level
3. Knowledge and understanding of Copper, heap leach, Solvent Extraction and Electrowinning circuits is essential
4. Ability to mentor and develop metallurgists and lab technicians.
5. Proficient English, verbal and written, preferably proven with valid certification (TOEFL or IELTS)
6. Advanced Microsoft Office Skills (Word, Excel, Power Point)
7. Strong leadership in work safety and hazard recognition
8. Advanced skill of report writing
9. Good communication / presentation skill
10. Strong knowledge in Operational Control Systems.


2. SENIOR METALLURGIST (12-SMT)

This position will be based at the Wetar Copper Project site and reports directly to Metallurgy manager, with 4 weeks onsite and 2 weeks offsite roster.

Candidates for this role would be expected to have the following qualifications and experience:
1. Minimum bachelor degree qualification in Metallurgy / Mineral Processing
2. Significant experience in an operating process plant environment especially in metallurgical section.
3. Knowledge and understanding of Copper, heap leach, Solvent Extraction and Electrowinning circuits is essential
4. Ability to mentor metallurgists and lab technicians.
5. Proficient English, verbal and written, preferably proven with valid certification (TOEFL or IELTS)
6. Advanced Microsoft Office Skills (Word, Excel, Power Point)
7. Strong leadership in work safety and hazard recognition
8. Good communication / presentation skill
9. Strong knowledge in Operational Control Systems.

3. PLANT METALLURGIST (12-PMT)

This position will be based at the Wetar Copper Project site and reports directly to Senior Metallurgist, with 4 weeks onsite and 2 weeks offsite roster.

Candidates for this role would be expected to have the following qualifications and experience:
1. Minimum education is Bachelor Degree in Metallurgical Engineering or Chemical Engineering
2. Has experience as Plant Metallurgist at minimum 3 years in mineral processing industry. Experience in heap leach and SX-EW operation will be preferable.
3. Understood and familiar with process plant flow sheet, PI&D, unit equipment such as crusher, heap leach and stacking, solvent extraction, electrowinning, ball mill, thickener, pump and filtration system.
4. Has experience in metallurgical laboratory to run day to day test work and metallurgical project.
5. Understood and familiar with Metallurgical accounting spread sheet and data base
6. Advanced computer skill level, expertise in the using of spread sheets, database system and document management software application (windows, excel, word, others). Familiar in using of visual basic program will be preferable
7. Proficient English verbal and written, preferably proven with valid certification (TOEFL or IELTS).

4. SAFETY TRAINING OFFICER (12-TRO)

Safety Training Officer will join Occupational Health, Safety, Environmental and Training Department team and will be based in Wetar Copper Project Site with 5 weeks onsite and 3 weeks offsite roster.

Candidates for this role would be expected to have the following qualifications and experience:
1. Bachelor Degree from all majors, minimum 1 year as a Safety Trainer (preference given to those with more experience in developing and delivering OHS training modules)
2. Good verbal and written skills in English for reporting and delivery of bilingual training modules
3. Licenced to operate a light vehicle (preference given to those with Defensive Driving certification)
4. Microsoft office skills (Power Point, Word and Excel)
5. Excellent ability to adapt to changes in a multicultural company
6. Experience within the mining industry
7. Strong analytical and problem-solving abilities
8. Highly motivated and able to work as a part of a team and individually
9. Excellent communication skills
10. Good interpersonal skills, initiative, process and result oriented.

5. SITE DOCTOR (12-DOC)

Site doctor will join Occupational Health, Safety, Environmental and Training Department team and will be based in Wetar Copper Project Site with 5 weeks onsite and 3 weeks offsite roster.

Candidates for this role would be expected to have the following qualifications and experience:
1. Minimum Bachelor Degree in General Practitioner (Sarjana Kedokteran Umum)
2. Possessing valid STR, ACLS and ATLS, Hiperkes certificate
3. Possessing valid Hiperkes and Industrial Hygiene certificate
4. Experienced in handling employee Medical Check Up (pre-employment and annual).
5. Experienced in handling Medical Evacuation.
6. Proficient English, verbal and written, preferably proven with valid certification (TOEFL or IELTS)
7. Microsoft Office Skills (Word, Excel, Power Point)
8. Good communication / presentation skill
9. Highly motivated and able to work as a part of a team and individually
10. Has experience in registration of SIP
11. 5 years of minimum experience
12. Willing to work on contract at minimum one year term.

6. PARAMEDIC (12-PAR)

Paramedic will assist site doctor for daily activities and responsibilities at site clinic. This position will join Occupational Health, Safety, Environmental and Training Department team and will be based in Wetar Copper Project Site with 4 weeks onsite and 2 weeks offsite roster.

Candidates for this role would be expected to have the following qualifications and experience:
1. Minimum Diploma III of Health Nursing Academy (Akademi Keperawatan Kesehatan)
2. Possessing Nurse License (Surat Ijin Perawat/ STR Perawat)
3. Possessing valid ATLS, ACLS, BTCLS certificate.
4. Experienced in handling Medical Evacuation.
5. Good communication / presentation skill
6. Highly motivated and able to work as a part of a team and individually
7. Proficient English, verbal and written, preferably proven with valid certification (TOEFL or IELTS)
8. Microsoft Office Skills (Word, Excel, Power Point)
9. 5 years of minimum experience as a Paramedic
10. Willing to work on contract at minimum one year term.

It is critical that the successful candidate seeks to be a part of the BTR/BKP culture by which working together adds value and benefit to all involved, including our stakeholders.
If you believe you have the necessary skills, qualities and experience to succeed in this position, apply in confidence by quoting the position title & code on the email subject, no later than 15 January 2017 to:
hr.wetar@batutuagroup.com
Only short listed candidates will be notified for further process.
For more information on BTR/BKP and the Wetar Copper Project please visit www.findersresources.com
From: petromindo.com

Sunday, 1 January 2017

Lowongan Kerja Di Bidang Tambang Dan Migas Januari 2017

PT Petrosea Tbk pada awal Januari 2017 membutuhkan tenaga-tenaga profesional untuk mengisi beberapa post antara lain: Mining Superintendent, Continues Improvement Engineer, Mining Engineer, Dispatcher IT, Senior Dispatcher Engineer, Dispatcher Engineer, Mining Foreman, Production Engineer dan Mining Supervisor.
Kesempatan emas ini di buka sampai tanggal 14 Januari 2017.Untuk lebih jelas silahkan baca keterangan di bawah ini.

PT PETROSEA Tbk


(Foto: PT Petrosea.com)
PT Petrosea Tbk, is a multi-disciplinary mining, infrastructure and oil & gas services Company with a track record of achievement in Indonesia since 1972. Drawing on rich and varied years of experience throughout the Indonesian archipelago, Petrosea is now recognized as one of Indonesia’s leading contractors.

We offer a competitive advantage through our ability to provide complete pit-to-port mining solutions, supported by integrated engineering and construction capabilities and logistic support, whilst demonstrating absolute commitment to health, safety & environment, quality management, and ethically code of business conduct. We also provide services for the oil and gas industry in Indonesia through our Petrosea Offshore Supply Base (POSB) deep-water supply base that consistently delivers international standard and cost-effective services to all of our clients. Together with its holding company, PT Indika Energy Tbk., Petrosea is able to provide complete business solutions in the energy supply chain.

We are currently taking applicants for the following position:

1. MINING SUPERINTENDENT

(Assignment: Site Based)

Monitor and control mining operation in term of support mining project manager to ensure production is achieved in accordance with BMP (Business Mining Petrosea), project parameters, project schedule, budget, in compliance with company’s project safety and environmental policy.

Requirements:
• Min. Bachelor degree in mining
• Min. 8 years previous experiences in mining operation (production)
• Fluent in English, written and verbal
• Familiar with mining software
• Good communication and leadership skill
• Willing to be placed in all company location
• Excellent computer skill

Responsibilities: 
• Lead and monitor mining operations staff on their day to day mining operation, monitor and control mining equipment usage to ensure the safest and efficient mining operations in order to achieve production targets and schedule in line with the mine plan.
• Develop and monitor weekly, monthly and shutdown schedules for inclusion in the BMP plans by the Senior Mining Engineer.
• Support and monitor the implementation of long term mine plans and short term detailed mine execution plans at all levels using the BMP process, provide the necessary production parameters needed by BMP on a continuous feedback basis in order to enable short term control achieving the long term mine plan.
• Prepare timely and accurate information on project progress for inclusion in progress claims and reports prepared by the Senior Mining Engineer.
• Maintain communication and coordination between Mining operations and Maintenance in order to maximize availability and utilization of all mining equipment.
• Lead, coach and manage subordinate including recruitment and provide a proper development and succession plan for them, Promote and develop an open ethical work environment in order to maintain subordinate in attract, motive and retain.
• Responsible in controlling mine production in site.
• Coordination with maintenance department to manage and coordinate equipment in site.
• Maintain and implementing HSE programs by minimise exposure to personnel and the environment by identifying hazards and risks from the planning phase of the work packages and during daily operational to ensure the effectiveness of the programs conform to official standard and requirements.

2. CONTINUOUS IMPROVEMENT ENGINEER

(Assignment: Site Based)

Monitor, control and analyse operation data, processes, procedures and performance, using established continuous improvement techniques in order to identify, prioritize and implement opportunity for improvement in mining project.

Requirements:
• Bachelor Degree in Mining, Civil, Mechanical or Industrial.
• At least 2 years working experience in open cut mining operations.
• Strong computer skills, preference is competent using statistical software application such as MINITAB.
• Strong on analytical (multi variance data) skills.
• Good communication and presentation skills.
• Strong reporting and technical writing.
• Willing to be based at the company’s mine sites.
• Demonstrated ability to influence others and lead change.

Responsibilities: 
• Promotion of HSE programmes targeting zero work related injuries and illnesses.
• Analysis of operational data (such as VHMS, PLM, VIMS, MIC, OpsDB, FMS and etc.) to determine performance or cost issues and work toward solution which can be delivered to the project.
• Work in a team and set up benchmarking criteria by which improvements can be measured.
• Develop and follow a specific method / discipline to measure the gap between current process capabilities with the project’s goals.
• Establish necessary systems to maintain the improvements, and based on the results continuously adjusts the project strategic action plans.


2. MINING ENGINEER

(Assignment: Site Based)

Ensure short term mine plan applied in daily mine operations, regarding to Pit & Dump design and sequence targets, and provide quick solutions on any operational problems on daily mine activities, aligned with current mine plan, in order to ensure productivity unit targets achievement.

Requirements: 
• Min bachelor degree in Mining Engineering.
• Min 2 (two) years experience in mining industry.
• Familiar with mine planning and scheduling software .
• Good analytical thinking and problem solving skill.
• Good communication and coordination skill.
• Fluent in English, both oral and written.
• Willing to work flexible hours to meet project requirements.
• Willing to be placed in all company site offices.

Responsibilities:
• Prepare detailed weekly plan referred to monthly plan and 3MRP (three months rolling plan).
• Ensure short term mine plan applied in daily mine operations, regarding to Pit & Dump design and sequence targets, in order to achieve productivity unit targets.
• Provide quick solutions on any operational problems on daily mine activities, aligned with current mine plan, in order to ensure productivity unit targets achievement.
• Ensure daily meeting and hand over shift are well coordinated regarding to shift and daily plans (fleet position and mine sequence).
• Analyse and identify engineering problems in order to propose solutions and expedite actions regarding the client agreement where necessary, as a mediator to the client.
• Support and cooperate with site survey team in order to analyse progress surveys and haul profile surveys.
• Evaluate and analyse production performance data related to productivity, utilisation, and availability in order to ensure mine planning achievement.
• Coaching and mentoring of graduate mining engineers, mining engineers and technical assistants in order to provide technical support.
• Identify hazards and risks during the planning phase of the work packages in order to minimise exposure to personnel and the environment.

4. DISPATCHER IT 

(Assignment: Tabang, East Kalimantan)

Performs routine maintenance, installation and integration of various types of process control of FMS software such as FMS system administration, instrumentation equipment of FMS hardware such as FMS display, FMS antenna, dispatch area, and Radio Wireless systems such as Switch, LAN and network portable tower to make FMS system running well.

Requirements: 
• Min diploma degree in Information Technology, Bachelor degree are preferable
• Min 3 (three) years experience in Electrical/Instrument process engineering prefer for Fleet Management System
• Preferably has knowledge as a communication engineer especially for information technology
• Preferably has knowledge of DNS, Firewalls, web and database servers
• Good analytical skill
• Good problem solving skill
• Strong reporting and technical writing
• Good customer service and team work
• Fluent in English, both oral and written
• Willing to be based on project sites and work in shift
• Willing to provide 24/7 on-call production support and escalations for hardware, operating system or communication problems associated with system supported by group

Responsibilities: 
• Responsible for installation, testing, programming, and commissioning equipment associated with the FMS system, FMS hardware and the network system running well.
• Conduct annual maintenance tasks associated with the FMS and assist station staff in FMS use and operation.
• Investigate and analyze hardware, network and FMS system problems with instruments, sensors and carry out programming and configuration changes plus investigate and recommend system improvements with particular emphasis on energy efficiency.
• Prepare and provide documentations for Jigsaw related to the installation, networking and troubleshooting.
• Coordinate and work together with Site electrician crew, Dispatcher and ICT Indika head office.
• Design & Manage Wireless Radio Communication systems to support communication at entire site.
• Communicate and manage with vendor regarding maintain and support FMS system.


5. SENIOR DISPATCHER ENGINEER

(Assignment: Tabang, East Kalimantan)

Deploy and maintain the company’s mining technology and systems to enable the Mining Business Line to achieve its plan.

Requirements: 
• Min Bachelor degree preferably in Mining Engineering
• Min 4 (four) years previous experience as a Mining Engineer preferably with experience running Fleet Management system
• Good Analytical skills and Problem Solving skills
• Excellent in communication skill with English and Indonesian, verbal and written
• Attention to details
• Strong reporting and technical writing skill
• Good understanding of Mining Business Processes
• Willing to be based at the company’s mine sites and work in shift
• Good customer service and team work
• Must be proficient in Excel, Power Point, Report Preparation and Presentation skill

Responsibilities: 
• Assist in the deployment of the companies selected fleet management system.
• Train site team members in the use of the fleet management system and train supervisors in pit control operations, as required.
• Provide leadership and direction to the site engineers and management by establishing clear deliverables through goal setting and clear lines of accountability.
• Undertake daily management of Mine Production Information and reporting systems.
• Work closely with ICT department and vendors to ensure system issues are resolved in a timely fashion.
• Develop processes and procedures to help manage the fleet management system.
• Review daily, weekly and monthly production & cost reports from the fleet management system to ensure the reports are free from errors.
• Supervise and develop Petrobase team at site.
• Coordinate with asset department to schedule calibration of payload system for dump truck or calibrate payload system that error.
• Conduct improvement on the fleet management to improve productivity, reduce cost and increase.


6. DISPATCHER ENGINEER

(Assignment: Tabang, East Kalimantan)

Monitor and supervise production activities an effective fleet management system by analyse and investigate reason for failure to comply with productivity target using the selected system.

Requirements: 
• Min bachelor degree in Mining Engineering or foreman/supervisor with min 7 year experience
• Min 2 (two) years experience as a Mining Engineer especially for running Fleet Management System
• Good understanding of Mining Business Processes
• Good analytical skill & problem solving skill
• Fluent in English, both oral and written
• Strong reporting and technical writing
• Good understanding of Mining Business Processes
• Excellent computer skill in Miscrosoft environment and other related applications, especially in report preparation and presentation
• Good customer service and team work
• Willing to be based at the company’s mine sites and work in shift

Responsibilities:
• Assist in the deployment of the Fleet Management System.
• Undertake daily management of mine production information every shift and reporting systems.
• Maintain and update Fleet Management System based on mining progress.
• Deliver and implement daily or shiftly mine planning from engineering to operation production.
• Dispatch, monitor and supervise production activities an effective Fleet Management System and coordination with operation to achieve and improve production and productivity target.
• Review daily, weekly and monthly production & cost reports from the fleet management system to ensure the reports are free from errors.
• Analyse and investigate reasons for failure to comply with productivity target and dispatch instructions by operator or shift supervision and report all findings to supervisor operation in order to have appropriate solution.
• Dispatch, monitor and supervise production activities every shift for an effective fleet management system and coordination with operation to achieve and improve productivity target to production efficiency.
• Responsible for effective deployment of mining resources to safely and effectively execute mine plans within set production and safety targets, understanding the daily, weekly and monthly production targets.
• Ensure strong disciplinary procedures are enforced and followed consistently, assist to manage the operations manpower and make sure the right people are in the right places doing the right things.


7. MINING FOREMAN

(Assignment: Site Based)

Provides first level of supervision over a several mining sections of the mining production resources at the mine projects to achieve the production targets and objectives of the project in accordance with the project parameters and guidelines.

Requirements: 
• Min High School Graduate.
• Min 3 years as Mining Operator Lead Hand for High Scholl graduate and 1 year as Mining Foreman for Mining Engineer graduate.
• Good Command in English.
• May be required to work flexible hours to meet project requirement.

Responsibilities:
• Responsible to implement short term detailed mine execution plans at the position level using the BMP process and to provide the necessary production parameters needed by BMP on a continuous feedback basis to enable short term control to achieve the long term mine plan.
• Supervise the performance of operators, technicians. Lead hands and unskilled personnel in the Mining operations in the shift by shift BMP process using short term variance.
• Monitor and control mining production and productivity on an hourly basis including loading / unloading point to ensure smooth day to day operations.
• Ensure a good communication and relationship with Client representative at Pit area.
• Responsible to mine execution plans and necessary production and safety targets, understand the daily, weekly and monthly plans and targets, make sure clear understanding from subordinates.
• Communicate with workshop in regards to repairing downed equipment and assistance in a timely manner to ensure scheduled PM equipment is given to Maintenance team on time.
• Ensure strong disciplinary procedures are enforced and followed consistently, assist to manage the crew manpower and make sure the right people are in the right places doing the right things.
• Monitor dewatering activities, Pit Services and day works, these are 3 primary focus areas in and outside of the Pit, ensure these are monitored at all times.
• Minimise exposure to personnel and the environment by identifying hazards and risks during the planning phase of the work packages and Implement all safety procedures, rules and regulations and statutory regulations in accordance with the Safety Management Plan.

8. PRODUCTION ENGINEER

(Assignment: Site Based)

Monitor, control and supervise the mining production resources to achieve the production targets and objectives of the project in accordance with the project parameters and guidelines.

Requirements:
• Fluent in English, written and verbal
• Min bachelor degree in a Mining Engineering
• Min one year experience in mining industry
• Demonstrates good knowledge of Mining equipment capabilities and applications
• Experience with drill/blast and dewatering activities an advantage
• Well-developed computer skills, including their application to Mine Engineering and Reporting
• Good knowledge of best practices in Project Management
• Good analytical and problem solving skills. Attention to detail.
• Fluency in English an advantage. Must display a willingness to develop proficiency, both oral and written
• Willing to work flexible hours to meet Project requirements
• Willing to be placed in all company site offices.

Responsibilities:
• Identifying hazards and risks during the operation phase of the work packages and implement all safety procedures, rules and regulations and statutory regulations in accordance with the Safety Management Plan.
• Implement short term detailed mine execution plans at the position level using the BMP process and to provide the necessary production parameters needed by BMP on a continuous feedback basis to enable short term control to achieve the long term mine plan.
• Supervise the performance of mining foremen, operators, technicians and unskilled personnel in the Mining operations in the shift by shift BMP process using short term variance.
• Identify the development and training needs of the mining foremen, operators, technicians and unskilled personnel in the mining operations for the benefit of the Project Manager.
• Coordinate and supervise Mining production and other mining team meetings.
• Assist Mining Superintendent in liaise and co-ordinate with maintenance department to optimize and maximize mining equipment availability and utilization.
• Control production on an hour by hour basis and prepare timely and accurate report on project progress as required by the project.


9. MINING SUPERVISOR

(Assignment: Site Based)

Monitor, control, and supervise the mining production resources to achieve the production targets and objectives of the project in accordance with the project parameters and guidelines.

Requirements:
• Bachelor Degree (S1) Mining Engineering/Civil Engineering with min. 4 years experiences in mining operations.
• Demonstrates good knowledge of Mining equipment capabilities and applications
• Willing to work at pit mining area with shift roster (day and night).
• Have strong leadership and communication skills.
• Excellent team player and good analytical thinking.
• Good command in English, both written and verbal.

Responsibilities: 
• Minimize exposure to personnel and the environment by identifying hazards and risks during the operation phase of the work packages and implement all safety procedures, rules and regulations and statutory regulations in accordance with the HSE (Health Safety and Environment) Management Plan.
• Responsible to implement short term detailed mine execution plans at the position level using the BMP process and to provide the necessary production parameters needed by BMP on a continuous feedback basis to enable short term control to achieve the long term mine plan.
• Supervise the performance of mining foremen, operators, technicians and unskilled personnel in the Mining operations in the shift by shift BMP process using short term variance.
• Monitor and control mining production on an hourly basis including loading / unloading point to ensure smooth target achievement (both productivity and utilize unit).
• Identify the development and training needs of the mining foremen, operators, technicians and unskilled personnel in the mining operations.
• Coordinate and supervise Mining production and other mining team meetings.
• Assist Mining Superintendent in liaise and co-ordinate with maintenance department to optimize and maximize mining equipment availability and utilization.
• Provide shift report and conduct effective hand over meeting to ensure continuation of operational target achievement.

Please send detailed resume including recent photograph, to show your interest for this position, and quoting in email to recruitment.jakarta@petrosea.com in Microsoft Word or PDF format with a file size not more than 350kb, not later than 14 January 2017.

From; http://www.petromindo.com/jobgallery/job/

Saturday, 31 December 2016

Sistem Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

PLTP atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi sekarang lagi gencar-gencarnya untuk dioptimalkan sebagai pembangkit listrik.Terbukti setelah beberapa PLTP di Indonesia sudah beroperasi,baru-baru ini Presiden Jokowi kembali meresmikan 2 pembangkit yaitu PLTP Lahendong unit 5 dan 6 yang terletak di Tompaso, Minahasa Sulawesi Utara.PLTP ini dibangun PT Pertamina (Persero)‎ melalui anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

cara-kerja-pembangkit-listrik-tenaga-panas-bumi
PLTP Lahendong unit 5 dan 6 di Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara


Sekilas Tentang PLTP


Apa sebenarnya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Itu?

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi adalah pembangkit listrik yang menggunakan panas bumi sebagai sumber energinya.
Energi panas bumi adalah salah satu sumber daya alam yang berupa air panas atau uap yang terbentuk melalui pemanasan secara alami.

Kata panas bumi atau geothermal(bahasa Inggris) berasal dari bahasa Yunani "geo" yang berarti bumi dan "therme" yang berarti panas. Dengan kata lain, energi panas bumi mengacu pada energi yang dihasilkan oleh panas yang tersimpan di inti bumi. Sebagai sumber energi yang langsung berasal dari alam dan sifatnya terbarukan, penggunaanya tidak memberi dampak buruk kepada lingkungan dan manusia.
Indonesia sangat beruntung dikaruniai sumber panas Bumi yang berlimpah karena banyaknya gunung berapi di Indonesia.

Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam pemilihan teknologi penggunaan energi panas bumi untuk dikonversikan menjadi energi listrik adalah :

  1. Temperatur;Fluida panasbumi bertemperatur tinggi > 225 oC telah lama digunakan untuk pembangkit listrik. Temperatur sedang 150 – 225 oC
  2. Cadangan sumberdaya hingga 25 – 30 tahun
  3. Kualitas Uap;Diharapkan yang mempunyai pH hampir netral, karena bila pH sangat rendah laju korosi terhadap material akan lebih cepat.
  4. Kedalaman Sumur dan Kandungan Kimia Biasanya tidak terlalu dalam (tidak lebih dari 3 km). Lokasi relatif mudah dicapai.
  5. Kemungkinan terjadinya erupsi hydrothermal relatif rendah. Produksi fluida panas dari dalam perut bumi dapat meningkatkan resiko terjadinya erupsi hydrothermal.

Ciri – ciri  Geologi Daerah Panas Bumi

  1. Sumber Panas : Magma yang mempunyai temperature ~ 700 C
  2. Bed Rock : Lapisan Batuan Dasar yang merupakan batuan keras lapisan bagian bawah
  3. Aquifer (Lapisan Permeable Zone) : merupakan lapisan yang mampu dialiri oleh air. Lapisan ini sebagai Reservoir
  4. Cap Rock : Lapisan batuan keras sebagai lapisan batuan penutup.
  5. Water Replishment : sebagai air penambah.
  6. Surface Manifestation yaitu : Gejala-gejala yang muncul di permukaan bumi (kawah, air panas, Geyser, Gunung berapi, dll).

Manfaat Energi Panas Bumi

Manfaat energi panas bumi yang didapat dari pusat bumi merupakan salah satu energi alternatif yang ramah lingkungan.
Cara mengambil manfaat energi panas bumi adalah dengan mengebor bagian yang menjadi lokasi panas bumi untuk membebaskan uap pada kedalaman tertentu.

Di masa yang modern ini, energi panas bumi tidak hanya digunakan sebagai pembangkit listrik saja, ternyata energi dari panas bumi juga dapat digunakan sebagai sarana yang lain seperti untuk membantu pertumbuhan tanaman atau produk pertanian lainnya yang berada di dalam rumah kaca selama musim dingin. Bahkan energi tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai pemanas ruangan dan penjaga jalan atau trotoar agar tidak terlalu licin.

Di masa depan energi panas bumi akan sangat membantu kita dalam banyak hal. Namun kita juga harus tahu bahwa tidak di semua daerah memiliki lokasi yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi panas bumi. Dengan semakin banyak dibutuhkannya energi di zaman modern ini maka banyak sekali keuntungan yang kita dapatkan dengan mengambil manfaat energi panas bumi.

Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi


Bagaimana cara kerja Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi?
Untuk lebih jelas bagaimana cara kerja PLTP,mari kita lihat gambar dan uraian di bawah ini.

sistem-kerja-pembangkit-listrik-tenaga-panas-bumi

1.
Uap di-supply dari sumur produksi melalui sistem transmisi uap yang kemudian masuk ke dalam Steam Receiving Header sebagai media pengumpul uap. Steam Receiving Header dilengkapi dengan Rupture Disc yang berfungsi sebagai pengaman terakhir unit .Bila terjadi tekanan berlebih (over pressure) di dalam Steam Receiving maka uap akan dibuang melalui Vent Structure.Vent Structure berfungsi untuk warming-up di pipe line ketika akan start unit dan sebagai katup pengaman yang akan membuang tekanan bila sudden trip terjadi.

2.
Dari Steam Receiving Header uap kemudian dialirkan ke Separator (Cyclone Type) yang berfungsi untuk memisahkan uap (pure steam) dari benda-benda asing seperti partikel berat (Sodium, Potasium, Calsium, Silika, Boron, Amonia, Fluor dll).

3.
Kemudian uap masuk ke Demister yang berfungsi untuk memisahkan moisture yang terkandung dalam uap, sehingga diharapkan uap bersih yang akan masuk ke dalam Turbin.

4.
Uap masuk ke dalam Turbin sehingga terjadi konversi energi dari Energi Kalor yang terkandung dalam uap menjadi Energi Kinetik yang diterima oleh sudu-sudu Turbin. Turbin yang dikopel dengan generator akan menyebabkan generatkut berputar saat turbin berputar sehingga terjadi konversi dari Energi Kinetik menjadi Energi Mekanik.

5.
Generator berputar menghasilkan Energi Listrik (Electricity)

6.
Exhaust Steam (uap bekas) dari Turbin dikondensasikan di dalam Condensor dengan sistem Jet Spray (Direct Contact Condensor).

7.
NCG (Non Condensable Gas) yang masuk kedalam Condensor dihisap oleh First Ejector kemudian masuk ke Intercondensor sebagai media pendingin dan penangkap NCG. Setelah dari Intercondensor, NCG dihisap lagi oleh Second Ejector masuk ke dalam Aftercondensor sebagai media pendingin dan kemudian dibuang ke atmosfir melalui Cooling Tower.

8.
Dari Condensor air hasil condensasi dialirkan oleh Main Cooling Water Pump masuk ke Cooling Tower. Selanjutnya air hasil pendinginan dari Cooling Tower uap kering disirkulasikan kembali ke dalam Condensor sebagai media pendingin.

9.
Primary Cooling System disamping sebagai pendingin Secondary Cooling System juga mengisi air pendingin ke Intercondensor dan Aftercondensor.

10.
Overflow dari Cold Basin Cooling Tower akan ditampung untuk kepentingan Reinjection Pump.

11.
River Make-Up Pump beroperasi hanya saat akan mengisi Basin Cooling Tower.


Keuntungan Dan Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi


Keuntungan


Sebenarnya ada banyak keuntungan tenaga panas bumi. Berikut adalah kelebihan dari tenaga panas bumi:

1.Pertama dan terpenting, energi panas bumi adalah energi yang terbarukan, yang berarti bahwa selama kita tidak memompa air terlalu banyak energi akan terus ada.

2.Energi panas bumi tidak menghasilkan polusi, dan pada saat yang sama, tidak memberikan kontribusi pada efek rumah kaca.

3.Lokasi pembangkit listrik untuk energi panas bumi tidak memerlukan area yang luas dan karenanya cenderung memiliki dampak yang sedikit terhadap lingkungan sekitar.

4.Karena energi panas bumi adalah energi yang berasal dari dalam dan dari dirinya sendiri, tidak ada sumber-sumber di luar bahan bakar yang diperlukan untuk menjaga generator berjalan.

Kekurangan 


Meski memiliki banyak manfaat, masih ada beberapa kelemahan energi panas bumi. Kekurangan ini dapat mempengaruhi atau semua tiga tahap produksi - pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi:

1.Mungkin kelemahan terbesar tenaga panas bumi adalah bahwa Anda tidak memvangun pembangkit listrik panas bumi di mana saja yang Anda inginkan.Anda akan memerlukan lokasi yang tepat mengandung batuan panas. Setelah itu tidak semua batuan ini bisa di bor karena terlalu keras.Batuan ini juga harus memiliki kedalaman yang memungkinkan untuk di bor.

2.Ada juga risiko lain untuk dipertimbangkan - kadang-kadang sebuah situs panas bumi memungkinkan yntuk di bor akan tetapi sudah kehabisan tenaga uap. Bisa jadi hal ini terjadi ketika musim kering berlangsung untuk waktu yang lama.

3.Kerugian terakhir menyangkut potensi bahaya energi panas bumi. Ketika dilakukan pengoboran kedalam tanah dan yang dapat ditambang bisa jadi ini juga berarti bahwa ada kemungkinan zat-zat lain yang tidak ramah lingkungan bisa juga terikut. Gas dan mineral berbahaya dapat merembes dari bawah tanah dan sangat sulit menemukan cara untuk membuang zat ini dengan aman ke lingkungan sekitar.

Bagaimanapun juga, keuntungan dan kerugian yang ditimbulkan akibat adanya eksplorasi pasti ada.Namun dengan teknologi yang semakin canggih kerugian tersebut bisa diantisipasi serta diminimalisir.

Kenapa PLTP sekarang diprioritaskan di Indonesia? Karena aspek keuntungannya lebih besar dan Indonesia punya kekayaan panas bumi yang berlimpah.

https://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik_tenaga_panas_bumi
http://www.dougrye.com/advantages-disadvantages-geothermal-energy.html
http://www.alternativeenergysecret.com/
http://rakhman.net/prinsip-kerja-pltp/