Fitter-Welder-Maintenance-Project

Don't miss

Translate

Sabtu, 25 April 2015

Fabrikasi : Definisi dan Rangkaian Pekerjaan


Definisi Fabrikasi

Fabrikasi Combution dan Dust Cooler

Fabrikasi adalah suatu rangkaian pekerjaan dari beberapa komponen material baik berupa plat,pipa ataupun baja profil dirangkai dan dibentuk setahap demi setahap berdasarkan item-item tertentu sampai menjadi suatu bentuk yang dapat dipasang menjadi sebuah rangkaian alat produksi maupun konstruksi.

Pekerjaan fabrikasi secara umum ada 2 macam yaitu:
1.Workshop Fabrications
2.Site Fabrications

Workshop Fabrikasi


Workshop fabrications adalah proses fabrikasi dan konstruksi yang dilakukan di dalam suatu bangunan atau gedung yang di dalamnya sudah dipersiapkan segala macam alat dan mesin-mesin untuk melakukan proses produksi dan pekerjaan-pekerjaan fabrikasi lainnya.

Pengerollan Plat


Site fabrications adalah proses fabrikasi dan konstruksi  yang dikerjakan di luar suatu bangunan atau workshop lebih tepatnya pekerjaan dilakukan di area lapangan terbuka, di lokasi dimana bangunan akan didirikan.Disitulah segala macam proses produksi fabrikasi dilakukan, dari penimbunan stok material, memotong dan mengebor material, proses assembling, proses pengelasan, proses finishing, proses sandblast dan painting serta proses pemasangan konstruksi. 

Mesin-mesin untuk fabrikasi 

Dalam proses fabrikasi banyak terpasang mesin-mesin yang berfungsi sebagai penunjang kelancaran pekerjaan fabrikasi antara lain:
mesin bending,mesin roll, mesin sharing,mesin las, mesin shotblast,mesin pengecatan dan lain-lain.
Juga terpasang peralatan-peralatan antara lain:
overhead crane, material carriage, instalasi pipa gas co2, acetyline, air compressor, water line dan instalasi listrik, instalasi telepon, instalasi instrument mesin-mesin, instalasi jaringan network lokal dan lain-lain.

Rangkaian pekerjaan fabrikasi

Proses fabrikasi meliputi beberapa tahap yaitu:
1.Proses marking 
yaitu proses pengukuran dan pembentukan sketsa langsung di material dari semua item berdasarkan shop drawing.
2.Proses cutting 
yaitu proses pemotongan material menggunakan cutting torch atau mesin potong yang ada.
3.Proses drilling 
yaitu proses pengeboran dan pembuatan lubang baut sesuai ukuran.
4.Proses assembling 
yaitu proses penyetelan dan perakitan material menjadi bentuk jadi.
5.Proses welding 
yaitu proses pengelasan semua item berdasarkan prosedur
6.Proses finishing 
yaitu proses pembersihan dan penggrindaan semua permukaan material dari bekas tagweld dan lain-lain.
7.Proses blasting 
yaitn proses penyemprotan pasir menggunakan tekanan udara ke semua bagian permukaan material untuk menghilangkan kotoran,krak dan lapisan logam tertentu.
8.Proses painting 
yaitu proses pengecatan material sesuai prosedur yang ditentukan.

Bahan-bahan fabrikasi antara lain : 

Plat carbon steel,baja profil,steinless,aluminium,pipa dan jenis logam lain
Barang produksi yang dikerjakan antara lain:
Ducting,hopper,conveyor,structure,dust cooller,stage,tanki dan lain-lain.

Di bidang migas kita mengenal istilah:
1.Onshore fabrication yaitu fabrikasi dan instalasi yang dilakukan di darat
2.Offshore fabrication yaitu fabrikasi dan instalasi yang dilakukan di tengah laut

Demikian sekilas mengenai definisi fabrikasi dan rangkaian pekerjaan fabrikasi.Semoga bermanfaat.

> Lanjutkan...
< Kembali...
>

Rabu, 22 April 2015

Definisi Dan Rangkaian Pekerjaan Fitter


Posting kali ini saya akan membahas mengenai definisi dan rangkaian pekerjaan fitter.Mungkin berguna bagi teman-teman yang belum tahu apa itu fitter dan apa saja yang dikerjakan seorang fitter.
Berikut saya akan menjelaskan sekilas mengenai seluk beluk fitter.


Apa Itu Fitter?

Fitter Fabrikasi 

Adalah orang yang mempunyai keahlian melakukan proses fabrikasi bahan dari logam dan baja mulai dari teknik gambar,marking,penyetelan maupun erection atau fit up.

Langkah-langkah pekerjaan fitter fabrikasi meliputi beberapa tahap yaitu:

1.Mempelajari drawing
Melihat dengan detail mengenai bentuk,ukuran maupun jenis material yang ditentukan

2.Mempersiapkan peralatan kerja
Disamping mesin las,cutting torsch,grinda,meteran,mistar dan siku,juga dipersiapkan alat-alat bantu   lainnya.

3.Mempersiapkan material
Mengambil dan menyusun material sesuai prioritas pekerjaan untuk proses marking.

Membuat sketsa bentuk maupun ukuran dari masing-masing item sesuai ketentuan yang ada di drawing.

5.Cutting
Melakukan pemotongan material sesuai bentuk dan ukuran yang sudah dibuat.

6.Setting dan assembling
Penyetelan item menjadi beberapa section kemudian merangkai menjadi suatu bentuk yang sudah ditentukan di drawing.

7.Finishing
Membersihkan semua bekas tagweld maupun temporary support setelah pengelasan selesai.

Pipe Fitter

Adalah orang yang mempunyai keahlian di bidang penyetelan,penyambungan dan installasi pipa termasuk komponen yang berhubungan dengan perpipaan,misalnya flange,valve,stringer dan lain-lain,

Langkah-langkah pekerjaan pipe fitter meliputi beberapa tahap yaitu:

1.Mempelajari drawing
Mengamati dengan detail rancangan pemasangan pipa sesuai gambar isometric maupun gambar keyplan yang ada.

2.Mempersiapkan peralatan kerja
Mesin las,cuttingg torch,grinda,meteran,waterpas,siku,chainblock dan lain-lain.

3.Menyusun material
Loading pipa sesuai kebutuhan termasuk juga acessori pendukung misalnya: flange,reducer,tee dan lain-lain.

4.Marking dan cutting
Pengukuran dan pemotongsn pipa sesuai kebutuhan.

5.Penyambungan pipa
Penyetelan pipa sesuai prosedur yang ada di isometric drawing.

5.Finishing

Mechanical Fitter 

Adalah orang yang bekerja pada bidang perbaikan dan perawatan alat-alat dan mesin-mesin produksi dan industri.

Rangkaian pekerjaan mechanical fitter meliputi :
Fit up,penyetelan,perbaikan dan perawatan mesin-mesin serta modifikasi berdasarkan standart operaional.

Fitter fabrikasi,pipe fitter dan mechanical fitter secara umum di area proyek sering disebut FITTER saja.Jadi bisa disimpulkan bahwa FITTER adalah orang yang bekerja dan mempunyai keahlian dibidang fabrikasi dan installasi alat-alat produksi dan konstruksi serta di bidang perbaikan dan perawatan mesin-mesin industri.

Demikian penjelasan mengenai definisi dan rangkaian pekerjaan fitter.Semoga berguna.

> Lanjutkan...
< Kembali...
>

Sabtu, 18 April 2015

Teknk Dasar : Gambar Bentuk Tabung


Teknik dasar cara membaca gambar yang saya jelaskan di sini difokuskan pada cara membaca bentuk dari suatu item(barang).Untuk cara membaca gambar fabrikasi secara detail akan saya jelaskan pada posting berikutnya.
________________________________________________________________________________________________


Membaca Gambar Fabrikasi Item Bentuk Tabung

Gambar di atas adalah ducting dalam gambar 3D .Bagaimana cara membaca gambar fabrikasi untuk membuat item seperti gambar di atas?
Untuk diketahui bahwa gambar fabrikasi hanya memperlihatkan gambar 1D(1 dimensi) maka berdasarkan bentuk item diatas kalau diterjemahkan dalam gambar fabrikasi akan ditunjukkan dalam 3 sudut pandang sebagai berikut:

Front View

Bentuk item dari depan akan diperlihatkan dalam gambar seperti ini.



Top View

Bentuk item dari atas akan diperlihatkan dalam gambar seperti ini.

View Side

Bentuk item dilihat dari samping akan diperlihatkan dalam gambar seperti ini.


Sampai di sini, saya percaya anda sudah paham bagaimana teknik awal cara membaca gambar fabrikasi item berbentuk datar,kotak persegi maupun bentuk tabung.
Teknik-teknik yang saya jelaskan tersebut di atas merupakan pemahaman dasar untuk bisa mempelajari gambar fabrikasi yang sesungguhnya.Jika anda sudah bisa membaca gambar bentuk dalam tiga sudut pandang,maka item bentuk apapun akan mudah tergambar dalam pikiran anda  "seperti apa barang / produk yang akan dibuat".

Demikian teknik dasar cara membaca gambar fabrikasi..Semoga bermanfaat dan nantikan posting berikutnya.

> Lanjutkan...
>

Teknik Dasar : Gambar Bentuk Persegi


Teknik dasar cara membaca gambar yang saya jelaskan di sini difokuskan pada cara membaca bentuk dari suatu item(barang).Untuk cara membaca gambar fabrikasi secara detail akan saya jelaskan pada posting berikutnya.
________________________________________________________________________________________________


Membaca Gambar Fabrikasi Item Bentuk Persegi

Gambar di atas menunjukkan gambar ducting bentuk kotak dalam 3D .Bagaimana cara membaca gambar fabrikasi nya?
Untuk diketahui bahwa gambar fabrikasi hanya memperlihatkan gambar 1D(1 dimensi) maka berdasarkan bentuk item diatas kalau diterjemahkan dalam gambar fabrikasi akan ditunjukkan dalam 3 sudut pandang sebagai berikut:

1.Front View

Bentuk item dari depan akan diperlihatkan dalam gambar seperti ini.


2.Top View

Bentuk item dari atas akan diperlihatkan dalam gambar seperti ini.

3.View Side

Bentuk item dilihat dari samping akan diperlihatkan dalam gambar seperti ini.



Perhatikan bahwa bagian yang terhalang benda di depannya, akan diperlihatkan dalam garis putus-putus.
Demikian teknik dasar membaca gambar fabrikasi item yang berbentuk kotak memanjang.
Bagaimana cara membaca gambar fabrikasi product yang bentuknya seperti tabung?

> Lanjutkan...


>

Teknik Dasar : Gambar Bentuk Datar


Teknik dasar cara membaca gambar yang saya jelaskan di sini difokuskan pada cara membaca bentuk dari suatu item(barang).Untuk cara membaca ukuran gambar akan saya jelaskan pada posting berikutnya.
_________________________________________________________________________________



Membaca Gambar Fabrikasi Item Bentuk Datar

Gambar di atas menunjukkan bentuk 3D bidang datar.Bagaimana cara membaca gambar fabrikasi untuk membuat item seperti gambar di atas?
Untuk diketahui bahwa gambar fabrikasi hanya memperlihatkan gambar 1D(1 dimensi) maka berdasarkan bentuk item diatas kalau diterjemahkan dalam gambar fabrikasi akan ditunjukkan dalam 3 sudut pandang sebagai berikut:

1.Front View

Gambar yang menunjukkan bentuk item dilihat dari depan,akan terlihat seperti ini.


Top View

Gambar yang menunjukkan bentuk item dilihat dari atas,akan terlihat seperti ini.

View Side

Gambar yang mennjukkan bentuk item dilihat dari samping,akan seperti ini.


Cara membaca gambar fabrikasi item yang berbentuk datar ini merupakan langkah awal pemahaman belajar teknik gambar fabrikasi.Dengan penampakan 3 sudut pandang tanpa gambar 3D pun anda sudah bisa membayangkan akan seperti apa bentuk asli item yang dimaksud.
Bagaimana cara membaca gambar jika barang yang akan difabrikasi berbentuk kotak memanjang dengan beberapa item?


Kamis, 16 April 2015

Teknik Dasar Membaca Gambar Fabrikasi


Fitter dan shop drawing,dua istilah yang selalu berkaitan.Fitter adalah orang yang melakukan proses fabrikasi,merangkai dan membuat alat produksi dan konstruksi.Sedangkan shop drawing atau gambar fabrikasi adalah gambar dari suatu bentuk barang atau alat-alat produksi maupun konstruksi yang akan dibuat oleh seorang fitter.
Ruang lingkup pekerjaan fitter sangat luas,bahkan bisa dibilang hampir semua jenis pekerjaan yang berhubungan dengan proyek disitu pasti membutuhkan fitter.Oleh karena itu seorang fitter dituntut untuk bisa membaca gambar atau paling tidak tahu teknik dasar membaca gambar fabrikasi,karena dari situ akan berkembang dan bisa membaca gambar selanjutnya yang lebih complete.

Secara umum gambar fabrikasi atau shop drawing ada beberapa macam,yaitu:
1.General Drawing
2.Section Drawing
3.Detail Drawing
4.Cutting Plan

General Drawing

General drawing dalah gambar fabrikasi yang menunjukkan bentuk secara meyeluruh dari suatu product yang akan dibuat.Istilah lain adalah gambar arrangement.
Contoh gambar:



Section Drawing

Section drawing adalah gambar yang menunjukkan salah satu atau beberapa bagian dari item/produk yang akan dibuat berdasarkan arrangement drawing.
Contoh gambar:

Detail Drawing

Detail drawing adalah gambar yang menunjukkan item tertentu dengan maksud untuk memperjelas ukuran,jarak lubang,tipe pengelasan dan lain-lain.Detail drawing ditandai dengan lingkaran dan huruf A,B,C dan seterusnya.
Contoh gambar:

Cutting Plan

Cutting plan adalah gambar yang menunjukkan bentuk potongan dari masing-masing item beserta jenis material,ukuran maupun tebal plat.
Contoh gambar:

Sudut Pandang Gambar Fabrikasi

Gambar fabrikasi pada umumnya diperlihatkan dalam 3 sudut pandang yaitu:

1.Top View

  Gambar yang memperlihatkan bentuk item dilihat dari atas.

2.Front view

  Gambar yang memperlihatkan bentuk item dilihat dari depan.

3.View Side

  Gambar yang memperlihatkan bentuk item dilihat dari samping.

Berikut contoh teknik dasar cara membaca gambar fabrikasi dalam beberapa sudut pandang dalam bentuk sederhana,antara lain:


>

Selasa, 14 April 2015

Istilah Dan Fungsi Jabatan di Proyek Konstruksi



Proyek Konstruksi


Dalam dunia proyek terutama proyek konstruksi ada istilah-istilah yang menunjukkan posisi jabatan dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.Berikut penjelasan ringkas tentang istilah,posisi dan jabatan dalam proyek konstruksi mulai dari jabatan teratas sampai bawah,khusus untuk jabatan yang terjun langsung di lapangan.

Manager Proyek adalah orang yang bertanggung jawab secara menyeluruh pekerjaan suatu proyek tertentu.
Secara garis besar tanggung jawab manager proyek adalah:
- Merencanakan kegiatan-kegiatan dalam proyek, termasuk pemecahan pekerjaan, penjadwalan dan anggaran.
- Mengorganisasikan, memilih dan menempatkan orang-orang dalam tim proyek.
- Mengorganisasikan dan mengalokasikan sumber daya.
- Memonitor status proyek.
- Mengindentifikasikan masalah-masalah teknis.
- Titik temu dari para konstituen: subkontraktor, user, konsultan, top management.
- Menyelesaikan konflik yang terjadi dalam proyek.
- Merekomendasikan penghentian proyek atau pengerahan kembali sumber daya.

Chief adalah orang yang bertugas dan bertanggung jawab menyelesaikan suatu proyek tertentu yang membawahi beberapa supervisor dan merupakan kepanjangan tangan dari manager proyek.Kita mengenal adanya Chief Engineering dan Chief Konstruksi


Supervisor adalah orang yang bertugas dan bertanggung jawab menyelesaikan suatu pekerjaan dalam area proyek tertentu dan membawahi beberapa foreman.

Foreman adalah orang yang bertugas dan bertanggung jawab menyelesaikan suatu pekerjaan dalam lingkup area tertentu dan membawahi beberapa team fitter,welder dan helper.Dalam proyek skala besar biasanya antara fitter dan welder akan masuk dalam management team terpisah,meskipun area pekerjaan sama.

Material Control adalah orang yang bertugas mengurus material proyek di lapangan,termasuk mengecek,mengatur dan mensuplai material ke lokasi bidang pekerjaan masing-masing.

W I (Welding Inspector) adalah orang yang bertugas melakukan pengecekkan atau inspection pada hasil pengelasan dan berhak memutuskan YES or NOT.

QC (Quality Control) adalah orang yang bertugas mengontrol dan mengecek kelayakan suatu barang atau produk sesuai penilaian standart dan berhak memutuskan yes or not dari hasil penilaian tersebut.

Welder adalah orang yang bertugas melakukan pengelasan

Fitter adalah orang yang mempunyai keahlian dalam proses fabrikasi maupun erection atau fit up material di lapangan (area proyek).

Pipe Fitter adalah orang yang mempunyai keahlian di bidang instalasi perpipaan.

Rigger adalah orang yang mempunyai keahlian khusus dalam bidang pengangkatan termasuk tali menali seling wire dan memandu material ke tempat yang semestinya.Pekerjaan rigger selalu berhubungan dengan alat berat crane.

Schafolder adalah orang yang mempunyai keahlian di bidang pemasangan perancah dari pipa schafolding maupun stagger sebagai alat bantu pekerjaan fitter dan welder.

Helper adalah orang yang membantu pekerjaan fitter dan welder

Demikian istilah dan fungsi jabatan di proyek konstruksi terutama yag berhubungan langsung pekerjaan di lapangan.Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan dan semoga berguna.


Sabtu, 11 April 2015

Lowongan Kerja Migas PT Chevron Indonesia 2015



Informasi lowongan kerja migas dari www.cdcpolines.com.

Chevron merupakan perusahaan energi yang beroperasi dan menghasilkan lebih dari 40 persen dari produksi minyak di Indonesia, Chevron memiliki jaringan yang luas di dunia dan sejumlah anak perusahaan yang telah beroperasi pada bidangnya di seluruh dunia. Chevron yang berlokasi di San Ramon, California, Amerika Serikat, merupakan perusahaan yang memproduksi dan menjual produk-produk petrokimia, menghasilkan dan mengirimkan minyak mentah dan gas alam, pengilangan, pemasaran dan melakukan distribusi bahan bakar pelumas.

Chevron Kembali membuka Lowongan kerja untuk beberapa posisi, berikut ini informasi Posisi, persyaratan dan tata cara pelamarannya.

Posisi dan Persyaratan :


1. Kepala Produksi (KS)
2. Staff Administrasi (SA)
3. Sekretaris (SKR)
4. Supervisior (SR)
5. Customer Service (CS)

Persyaratan:,
•Pria / Wanita
•Usia maksimal 25 tahun
•pengalaman minimal 1-2 tahun
•Lulusan Sarjana Strata 1 (S-1) atau Sarjana Strata 2 (S-2)- Deploman (D-3) dari salah satu jurusan
•Bersedia ditempatkan di seluruh Unit/Unit Bisnis/Anak Perusahaan PT Chevron Pacific Indonesia
•Bersedia mengikuti interview di wilayah kerja PT Chevron Pacific Indonesia
•Terbuka untuk lulusan S1,S2/D3,D1 Pekerjaan dengan jurusan:

Fasilitas :
• Gaji Pokok Rp.12.500.000, Uang Makan & Transport, Asuransi dan Seragam

Hanya pelamar yang memenuhi kualifikasi dan mengirim via email yang akan kami proses.
Tuliskan nama posisi yang anda inginkan di subject email tuliskan nama situs info lowongan

Kelengkapan dan Berkas Lamaran :

1. Berkas Lamaran Kerja
2. Curriculum Vitae (CV) / Daftar Riwayat Hidup
3. Copy Ijazah terakhir yang telah dilegalisir
4. Pas photo ukuran 4 x 6 cm
5. Nomor Tlp/Hp

Jika anda memenuhi kualifikasi diatas, dan berminat dengan lowongan kerja Chevron ini, silahkan Kirimkan lamaran dan CV lengkap via e-mail ke : formycareer.cp@gmail.com
Alamat : Sentral Senayan I Office Tower
Jl.Asia Afrika No. 8,Jakarta 10270 Indonesia
MANAGER HRD PT CHEVRON PACIFIC INDONESIA

>
<

Senin, 06 April 2015

Cara Fabrikasi Flange Ducting Dan Rumus Bentangan


Flange Ducting adalah bagian yang berfungsi untuk menggabungkan dua unit ducting menjadi satu kesatuan yang utuh dengan menggunakan baut dan mur sebagai alat perekatnya.
Contoh gambar flange dan 2 unit ducting yang akan disambung.

Flange Ducting

Melanjutkan pembahasan kita sebelumnya mengenai fabrikasi ducting steinless steel OD 1200 mm,maka langkah selanjutnya yang dilakukan fitter adalah fabrikasi flange ducting.
Fabrikasi flange ducting yang berbentuk lingkaran buat sebagian fitter fabrikasi sebenarnya sangat mudah tapi perlu saya jelaskan kembali mengingat banyak juga fitter fabrikasi yang belum paham dan masih bingung cara mencari jarak antar lubang baut(holes) dan juga panjang bentangan persegmen jika flange harus dibuat potongan.

Saya akan menjelaskan langkah-langkah fabrikasi flange ducting- seperti contoh gambar di atas - dengan spesifikasinya sebagai berikut:
- Outside diameter flange =  1350 mm
- Inside diameter flange = 1200 mm
- PCD (as baut) = 1280 mm
- jumlah baut = 32 pcs
- ukuran baut = 16 mm
- tebal plat = 12 mm
1.Marking Flange Per-segmen
2.Cutting 
3.Menjoint dan pengelasan
4.Membuat lubang baut 
5.Finishing

Sebelum melakukan langkah-langkah fabrikasi, persiapkan peralatan-peralatan yang dibutuhkan,misalnya: meteran,mistar panjang,jangka,kapur besi,spidol,centerpen/drip,mesin las dan lain-lain.

1.Marking Flange Per-segmen

Tentukan terlebih dahulu berapa segmen potongan yang harus kita buat untuk 1 unit flange.Sesuaikan dengan lebar plat yang tersedia dengan tidak mengurangi efisiensi plat dan fungsi flange itu sendiri.Semakin banyak sambungan tentu kurang baik,idealnya untuk fange OD 1350 mm adalah 4 sampai 6 segmen saja.Untuk mengetahui berapa panjang bentangan flange tiap segmen,gunakan rumus ini:

Panjang bentangan = sin(180 : jumlah segmen yang diinginkan) x outside diameter.

Sebagai contoh kita akan membuat flange O.D.1350 mm menjadi 4 segmen,,maka perhitungannya adalah: 
Panjang bentangan = sin (180:4) x 1350 
Pb = sin 45 x 1350 
Pb  = 0,707 x 1350
Pb  = 954 .
Jadi panjang bentangannya adalah 954 mm.

Cara markingnya akan seperti ini:

Flange 4 segmen

(Untuk mengetahui lebih jelas cara membuat dan perhitungan bentangan flange dalam beberapa segmen silahkan baca postingan saya selanjutnya).

2.Cutting

Setelah marking selesai lakukan pemotongan dengan mesin potong plasma yaitu kombinasi mesin plasma dan oksigen.Pemotongan bisa dibantu dengan menggunakan jangka atau mesin potong robot yang dimodifikasi sehingga bisa berjalan melingkar.

3.Menjoint dan Pengelasan

Cara menjoint:
- Buat marking lingkaran sesuai inside diameter flange yaitu 1200 mm (akan lebih baik jika ditambah 2 mm menjadi 1202 mm) di atas plat matras.Hal ini dimaksudkan agar memudahkan kita saat memasang pada ducting dengan OD 1200mm,jadi ada spare 1 mm keliling.
- Letakkan satu persatu potongan plat tersebut membentuk lingkaran,dengan dibevel ujungnya terlebih dahulu.
- Atur permukaan pertemuan plat sedemikian rupa sehingga benar-banar rata,kemudian lakukan tagweld pada semua sambungan.
- Lakukan penguncian antara flange dengan plat matras pada tiap sambungan agar tidak melengkung saat dilas
- Jika sudah maka pengelasan siap dilakukan pada semua sambungan.
Setelah proses pengelasan selesai lanjutkan dengan penggrindaan pada bekas las-lasan hingga tampak rata dan rapi seperti tidak ada pengelasan.

4.Membuat Lubang Baut

- Letakkan flange yang sudah kita buat tadi di matras dan jepit sedemikian rupa hingga tidak mudah bergeser,atau bisa juga ditagweld.
- Dengan menggunakan jangka,marking permukaan flange dengan jari-jari 640mm.Seperti kita ketahui bahwa center as (PCD) flange adalah 1280mm
- Buat satu titik awal dengan drip/centerpen.
- Lanjutkan marking flange secara menyilang menjadi 4 bagian yang sama.Bisa menggunakan jangka atau dengan rumus pitagoras.
- Setelah 4 titik perempatan sudah ditentukan,lanjutkan marking titik-titik berikutnya dengan menggunakan rumus:

Jarak holes(A) = sin (180 : jumlah holes) x PCD

A = sin (180 : 32) x PCD
A = sin 5,625 x 1280 
A = 125,5
Jadi jarak antar lubang baut adalah 125,5 mm
Lihat gambar berikut:


Flange Ducting

- Selanjutnya lakukan pengeboran menggunakan magnetic drill atau dengan mesin bor yang sudah tersedia.Gunakan mata bor sesuai jenis materialnya.

5.Finishing

Lakukan penggerindaan pada semua permukaan flange yang kasar terutama pada lubang baut bekas pengeboran,sehingga permukaan dan semua bagian flange terlihat rapi dan mulus.

Demikian sedikit penjelasan mengenai fabrikasi flange ducting yang bisa saya uraikan dan semoga berguna.Nantikan posting saya berikutnya.

> Lanjutkan membaca...
>

Kamis, 26 Maret 2015

Cara Menyambung Ducting


Teknik penyambungan ducting atau istilah populer menjoin ducting yang dilakukan seorang fitter dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus agar memperoleh hasil yang maksimal.Penyetelan yang apa adanya-karena kurang mengerti cara menjoin-hanya akan mengolor waktu dan juga hasil pekerjaan yang kurang memuaskan.
Pada dasarnya penyambungan ducting sebenarnya sama dengan menyambung pipa, tapi karena pembuatan ducting melalui proses pengerolan,sehingga permukaan lingkaran ducting tidak mungkin bisa membentuk jari-jari dengan sempurna.Jika kedua permukaan ducting dipertemukan pasti ada beberapa bagian yang hi-low (tinggi-rendah).Oleh karena itulah dibutuhkan pengetahuan tentang cara penyambungan atau 'cara menjoint' - istilah umum di dunia proyek.

Metode Penyambungan Ducting 

Sebelum melakukan penyambungan / menjoin ducting sebaiknya Anda perlu tahu dulu mengenai peralatan-peralatan kerja yang dibutuhkan,Anda bisa baca di Peralatan Kerja Fitter

Metode penyambungan ducting bisa dilakukan dengan dua cara,yaitu:
1.Penyambungan Horisontal
2.Penyambungan Vertikal


Sambungan ducting horisontal


Penyambungan Horisontal / Mendatar

Penyambungan ducting dilakukan dengan cara meletakkan kedua bagian ducting secara mendatar di atas lantai atau matras.
Langkah-langkah:
1. Marking permukaan ke dua lingkaran ducting menjadi 4 bagian,pada posisi 0,90,180 dan 270 derajat.Jika diameter ducting terlalu besar ,misalnya 2000mm lebih maka marking (penandaan) bisa dilakukan 8 section atau lebih.
2. Pertemukan/join kedua permukaan ducting dengan cara zigzag (berlawanan) yaitu 0 pada ducting 1 dan 180 pada ducting yang ke dua.Lihat gambar di atas.
3. Atur sedemikian rupa sehingga posisi 0 dan 180 pada masing-masing ducting benar-benar menempel lurus.
4.Lakukan pengelasan (hanya tagweld) pada kedua bagian tersebut.Jangan lupa penempatan kedua bagian yang sudah dimarking tadi harus benar-benar lurus,tidak boleh meleset.
5.Lanjutkan join pada posisi 90 bertemu dengan 270,jika permukaannya hi-low maka gunakan jackbolt atau paju untuk meratakannya.Kemudian tagweld pada bagian tersebut.
6.Setelah keempat section sudah terkunci dengan benar,Anda bisa melanjutkan penyetelan ke semua sisi.Akan lebih baik jika penyetelan tetap dengan sistim zigzag,misalnya dimulai dari 0 sampai ke 90 kemudian pindah ke 180 sampai ke 270 derajat dan selanjutnya.


Penyambungan Verical / Tegak

Penyambungan ducting dilakukan dengan cara meletakkan ducting dalam posisi berdiri kemudian ditumpuk dengan ducting berikutnya.
Langkah-langkah:
1.Marking kedua permukaan ducting menjadi 4 bagian,seperti langkah tersebut di atas.
2.Letakkan salah satu ducting dengan posisi vertikal (berdiri).
3.Siapkan beberapa plat rip atau stopper plate dan tagweld pada 4 bagian, lebih banyak lebih baik.
4.Angkat ducting - dengan hoist crane tentunya - dan tumpukkan pada posisi 0 dengan 180.
5.Selanjutnya ikuti langkah no 3 sampai no 6 seperti penjelasan pada metode penyambungan ducting mendatar di atas.
6.Selesai.

Kenapa Penyambungan Ducting Harus Dikunci 4 section?
.Hal ini dilakukan agar tidak terjadi hi-low menumpuk pada satu titik.Disamping itu jika penyambungan dilakukan searah melingkar,banyak hal akan terjadi,misalnya: overlapping plate,hi-low yang lebar pada akhir penyetelan dan lain-lain.

Permasalahan-permasalahan seperti ini sangat sering kita jumpai di lapangan dan dianggap sepele oleh sebagian pekerja.Padahal resikonya sangat fatal,mau tidak mau kita harus membongkar dan menjoin ulang jika ingin hasil yang bagus.
Dan satu hal lagi bahwa penyambungan ducting dan semua penyambungan plat sangat tidak dianjurkan melakukan penyesetan pada bagian yang overlapping.Kenapa? Karena ducting atau plat yang disambung tersebut sudah dalam ukuran yang pas.Jika terjadi overlapping berarti ada kesalahan cara menyambung.Dan jika dilakukan penyesetan berarti ukurannya akan berubah dan hasil akhir penyambungan juga mengalami perubahan alias bengkok dan bergelombang.
Jadi menurut hemat saya ini adalah cara penyambungan terbaik yang sering saya alami dan saya praktekkan.

Demikian penjelasan mengenai Cara Menyambung Ducting.semoga berguna.

> Lanjutkan membaca...
< Kembali...
>