Fitter-Welder-Maintenance-Project

Don't miss

Translate

Minggu, 19 Juli 2015

PIPA - Bagaimana Prosedur Desain Perpipaan



Pipa Gas Bumi ( migasreview.com )

Kalau kita melihat pabrik kimia, kilang minyak atau pabrik LNG, kita akan menyaksikan pipa-pipa berbaris menghubungkan antara vessel, tower, pompa dan lainnya. Mereka bagaikan pasta spageti metal raksasa yang tercecer. Bagi seorang insinyur pipa (piping engineer), penampakan luar yang indah memang bukan tujuan desain tata letak pipa, tetapi ada keindahan dan kepuasan tersendiri saat melihat barisan pipa tersebut.
Banyak hal yang harus diperhatikan oleh piping engineer saat mendesain. Lingkup seorang piping engineer bukan hanya pipa, tetapi juga elemen yang ada di pipa tersebut, seperti elbow, reducer, flange, valve, steam trap, strainer dan masih banyak lagi. Berikut ini beberapa garis besar tentang bagaimana mendesain pipa secara umum.

1. Standar Desain

Standar apa yang dipakai adalah hal yang pertama-tama harus diperhatikan. Standar untuk pipa di pabrik pembangkit listrik berbeda dengan standar untuk pipa di pabrik yang memproduksi LNG. Berbeda pula jika dibandingkan dengan standar untuk pipa transfer gas. Masing-masing mempunyai standar yang berbeda. Misalnya untuk pabrik pembangkit listrik menggunakan ASME B31.1 sebagai patokan mendesain. Untuk pabrik yang memproduksi LNG menggunakan standar ASME B31.3. Sedangkan untuk pipa transfer gas menggunakan ASME B31.8.
Selain ASME (American Society of Mechanical Engineers) yang dibuat oleh Amerika, beberapa negara membuat standar sendiri yang harus dipenuhi saat akan membuat pabrik di negara tersebut. Contohnya Australia dengan AS (Australian Standards)-nya, Jepang dengan JPI (Japan Petrochemical Industry)-nya dan Inggris dengan BS (British Standards)-nya.
Selain standar itu, ada pula persyaratan dari pemilik pabrik, misalnya perusahaan minyak Shell dengan DEP-nya (Design and Engineering Practice), ExxonMobil dengan GP (Global Practice)-nya.
Standar manakah yang akan dipakai, haruslah ditetapkan sejak awal.

2. Jenis, Tekanan, Suhu dan Besar Arus dari Fluida

Dengan standar yang telah ditetapkan, maka perhitungan ketebalan menentukan material yang akan digunakan dan menentukan besarnya pipa dan elemen pipa lainnya dapat dilakukan berdasarkan jenis, tekanan, suhu dan besar arus dari fluida yang akan mengalir saat pabrik beroperasi.
Untuk menentukan material yang akan digunakan, piping engineer harus memilih material yang sesuai dari material-material sudah distandarisasikan seperti material ASTM (American Society for Testing and Materials). Misalnya pipa untuk fluida hydrocarbon dengan suhu rendah sampai -50 C, pipa carbon steel dengan kode ASTM A 333 banyak digunakan. Sedangkan untuk fluida hydrocarbon yang korosif dan bersuhu rendah banyak menggunakan pipa stainless steel dengan kode ASTM A 312.
Tentang dimensi pipa, valve, flange dan elemen pipa lainnya, tidak usah mendesain dari awal, dimensi tersebut sudah ditetapkan di beberapa standar, kita hanya tinggal memilih, sesuai hasil perhitungan dari tekanan dan besar arus fluida.
Untuk mempermudah, dibuatlah daftar yang disebut service class yang berisi rangkuman kelompok-kelompok material berdasarkan jenis, tekanan dan suhu fluida. Di service class ini setiap elemen diberi kode tersendiri yang harus tertulis di elemen untuk mempermudah dalam mengontrol barang dan mempermudah saat konstruksi.

3. Jalur Pipa


Setelah service class ditetapkan, mulailah didesain bagaimana jalur pipa yang akan dibangun. Menentukan jalur pipa harus mempertimbangkan hal-hal seperti berikut.

a. Efek perubahan suhu.

Pipa mengalamai pemuaian atau penyusutan tergantung suhu saat beroperasi. Untuk itu dibutuhkan fleksibilitas pipa untuk dapat menyerap perubahan panjang tersebut. Salah satu cara yang biasa dilakukan adalah memperbanyak loop atau belokan dengan elbow. Biasanya sketsa jalur pipa yang telah didesain, dimasukkan ke dalam komputer untuk perhitungan dan simulasi efek perubahan suhu. Jika simulasi menunjukkan hasil yang tidak bagus, maka desainer harus mengulang desain jalur pipa itu.

b. Akses untuk operasi dan pemeliharaan.

Akses juga harus dipikirkan terutama untuk mengoperasikan dan memelihara valve, pompa dan peralatan lainnya. Jalur pipa harus diatur sedemikian rupa supaya mendukung hal tersebut dan supaya tidak terjadi tabrakan antar pipa atau pipa dengan elemen lain. Ini adalah hal yang sulit jika desain dilakukan hanya dalam dua dimensi. Karena itu, pengembangan menjadi tiga dimensi sudah menjadi keharusan. Diikuti kemajuan komputer, model tiga dimensi pun semakin maju bukan hanya sebagai tampilan, tetapi juga bisa melakukan beberapa simulasi bersamaan sehingga lebih mengefektifkan kinerja desain.

c. Penopang pipa.

Tipe apa dan di mana penopang pipa itu harus ditempatkan juga merupakan hal yang penting. Penopang juga mempunyai peranan penting dalam evaluasi efek perubahan suhu pada pipa. Kesalahan pada penopang juga dapat mengakibatkan kerusakan pada pompa dan kompresor.

d. Persyaratan lain.

Flow meter yang membutuhkan panjang pipa lurus tertentu untuk ketelitian ukuran adalah salah satu contohnya. Pipa juga ada yang harus dibuat dengan kemiringan tertentu untuk memastikan cairan dan gas mengalir ke arah yang diinginkan. Larangan adanya low pocket pada jalur pipa, pipa dengan fluida bersuhu rendah tidak boleh diletakkan berdampingan dengan pipa dengan fluida bersuhu tinggi, dan macam persyaratan lainnya juga harus diperhatikan.

e. Ekonomis dan kemudahan konstruksi.

Walaupun tertulis paling akhir, ini merupakan hal yang harus dipikirkan sejak awal. Untuk menyerap pemuaian atau untuk membuat akses yang baik, biasanya elbow menjadi lebih banyak. Ini sebenarnya mengakibatkan proses las menjadi lebih banyak yang berarti kurang ekonomis dan lebih berat konstruksinya. Keahlian untuk memadukan persyaratan-persyaratan di atas dengan ekonomis dan konstruksi inilah yang juga dibutuhkan oleh piping engineer.
Seperti itulah secara umum tugas seorang piping engineer. Dikarenakan banyaknya lingkup kerja, sulit untuk mengerjakan semua lingkup tersebut. Pembagian tugas menjadi tiga di dalam piping engineer menjadi material, desain dan analisis adalah hal yang mungkin biasa ditemukan.

Demikian sekilas mengenai Prosedur Desain Pipa dan semoga bermanfaat.
Sumber: http://www.infometrik.com/

Baca juga:

>
<

Sabtu, 25 April 2015

Fabrikasi : Definisi dan Rangkaian Pekerjaan


Definisi Fabrikasi

Fabrikasi Combution dan Dust Cooler

Fabrikasi adalah suatu rangkaian pekerjaan dari beberapa komponen material baik berupa plat,pipa ataupun baja profil dirangkai dan dibentuk setahap demi setahap berdasarkan item-item tertentu sampai menjadi suatu bentuk yang dapat dipasang menjadi sebuah rangkaian alat produksi maupun konstruksi.

Pekerjaan fabrikasi secara umum ada 2 macam yaitu:
1.Workshop Fabrications
2.Site Fabrications

Workshop Fabrikasi


Workshop fabrications adalah proses fabrikasi dan konstruksi yang dilakukan di dalam suatu bangunan atau gedung yang di dalamnya sudah dipersiapkan segala macam alat dan mesin-mesin untuk melakukan proses produksi dan pekerjaan-pekerjaan fabrikasi lainnya.

Pengerollan Plat


Site fabrications adalah proses fabrikasi dan konstruksi  yang dikerjakan di luar suatu bangunan atau workshop lebih tepatnya pekerjaan dilakukan di area lapangan terbuka, di lokasi dimana bangunan akan didirikan.Disitulah segala macam proses produksi fabrikasi dilakukan, dari penimbunan stok material, memotong dan mengebor material, proses assembling, proses pengelasan, proses finishing, proses sandblast dan painting serta proses pemasangan konstruksi. 

Mesin-mesin untuk fabrikasi 

Dalam proses fabrikasi banyak terpasang mesin-mesin yang berfungsi sebagai penunjang kelancaran pekerjaan fabrikasi antara lain:
mesin bending,mesin roll, mesin sharing,mesin las, mesin shotblast,mesin pengecatan dan lain-lain.
Juga terpasang peralatan-peralatan antara lain:
overhead crane, material carriage, instalasi pipa gas co2, acetyline, air compressor, water line dan instalasi listrik, instalasi telepon, instalasi instrument mesin-mesin, instalasi jaringan network lokal dan lain-lain.

Rangkaian pekerjaan fabrikasi

Proses fabrikasi meliputi beberapa tahap yaitu:
1.Proses marking 
yaitu proses pengukuran dan pembentukan sketsa langsung di material dari semua item berdasarkan shop drawing.
2.Proses cutting 
yaitu proses pemotongan material menggunakan cutting torch atau mesin potong yang ada.
3.Proses drilling 
yaitu proses pengeboran dan pembuatan lubang baut sesuai ukuran.
4.Proses assembling 
yaitu proses penyetelan dan perakitan material menjadi bentuk jadi.
5.Proses welding 
yaitu proses pengelasan semua item berdasarkan prosedur
6.Proses finishing 
yaitu proses pembersihan dan penggrindaan semua permukaan material dari bekas tagweld dan lain-lain.
7.Proses blasting 
yaitn proses penyemprotan pasir menggunakan tekanan udara ke semua bagian permukaan material untuk menghilangkan kotoran,krak dan lapisan logam tertentu.
8.Proses painting 
yaitu proses pengecatan material sesuai prosedur yang ditentukan.

Bahan-bahan fabrikasi antara lain : 

Plat carbon steel,baja profil,steinless,aluminium,pipa dan jenis logam lain
Barang produksi yang dikerjakan antara lain:
Ducting,hopper,conveyor,structure,dust cooller,stage,tanki dan lain-lain.

Di bidang migas kita mengenal istilah:
1.Onshore fabrication yaitu fabrikasi dan instalasi yang dilakukan di darat
2.Offshore fabrication yaitu fabrikasi dan instalasi yang dilakukan di tengah laut

Demikian sekilas mengenai definisi fabrikasi dan rangkaian pekerjaan fabrikasi.Semoga bermanfaat.

> Lanjutkan...
< Kembali...
>

Rabu, 22 April 2015

Definisi Dan Rangkaian Pekerjaan Fitter


Posting kali ini saya akan membahas mengenai definisi dan rangkaian pekerjaan fitter.Mungkin berguna bagi teman-teman yang belum tahu apa itu fitter dan apa saja yang dikerjakan seorang fitter.
Berikut saya akan menjelaskan sekilas mengenai seluk beluk fitter.


Apa Itu Fitter?

Fitter Fabrikasi 

Adalah orang yang mempunyai keahlian melakukan proses fabrikasi bahan dari logam dan baja mulai dari teknik gambar,marking,penyetelan maupun erection atau fit up.

Langkah-langkah pekerjaan fitter fabrikasi meliputi beberapa tahap yaitu:

1.Mempelajari drawing
Melihat dengan detail mengenai bentuk,ukuran maupun jenis material yang ditentukan

2.Mempersiapkan peralatan kerja
Disamping mesin las,cutting torsch,grinda,meteran,mistar dan siku,juga dipersiapkan alat-alat bantu   lainnya.

3.Mempersiapkan material
Mengambil dan menyusun material sesuai prioritas pekerjaan untuk proses marking.

Membuat sketsa bentuk maupun ukuran dari masing-masing item sesuai ketentuan yang ada di drawing.

5.Cutting
Melakukan pemotongan material sesuai bentuk dan ukuran yang sudah dibuat.

6.Setting dan assembling
Penyetelan item menjadi beberapa section kemudian merangkai menjadi suatu bentuk yang sudah ditentukan di drawing.

7.Finishing
Membersihkan semua bekas tagweld maupun temporary support setelah pengelasan selesai.

Pipe Fitter

Adalah orang yang mempunyai keahlian di bidang penyetelan,penyambungan dan installasi pipa termasuk komponen yang berhubungan dengan perpipaan,misalnya flange,valve,stringer dan lain-lain,

Langkah-langkah pekerjaan pipe fitter meliputi beberapa tahap yaitu:

1.Mempelajari drawing
Mengamati dengan detail rancangan pemasangan pipa sesuai gambar isometric maupun gambar keyplan yang ada.

2.Mempersiapkan peralatan kerja
Mesin las,cuttingg torch,grinda,meteran,waterpas,siku,chainblock dan lain-lain.

3.Menyusun material
Loading pipa sesuai kebutuhan termasuk juga acessori pendukung misalnya: flange,reducer,tee dan lain-lain.

4.Marking dan cutting
Pengukuran dan pemotongsn pipa sesuai kebutuhan.

5.Penyambungan pipa
Penyetelan pipa sesuai prosedur yang ada di isometric drawing.

5.Finishing

Mechanical Fitter 

Adalah orang yang bekerja pada bidang perbaikan dan perawatan alat-alat dan mesin-mesin produksi dan industri.

Rangkaian pekerjaan mechanical fitter meliputi :
Fit up,penyetelan,perbaikan dan perawatan mesin-mesin serta modifikasi berdasarkan standart operaional.

Fitter fabrikasi,pipe fitter dan mechanical fitter secara umum di area proyek sering disebut FITTER saja.Jadi bisa disimpulkan bahwa FITTER adalah orang yang bekerja dan mempunyai keahlian dibidang fabrikasi dan installasi alat-alat produksi dan konstruksi serta di bidang perbaikan dan perawatan mesin-mesin industri.

Demikian penjelasan mengenai definisi dan rangkaian pekerjaan fitter.Semoga berguna.

> Lanjutkan...
< Kembali...
>

Sabtu, 18 April 2015

Teknk Dasar : Gambar Bentuk Tabung


Teknik dasar cara membaca gambar yang saya jelaskan di sini difokuskan pada cara membaca bentuk dari suatu item(barang).Untuk cara membaca gambar fabrikasi secara detail akan saya jelaskan pada posting berikutnya.
________________________________________________________________________________________________


Membaca Gambar Fabrikasi Item Bentuk Tabung

Gambar di atas adalah ducting dalam gambar 3D .Bagaimana cara membaca gambar fabrikasi untuk membuat item seperti gambar di atas?
Untuk diketahui bahwa gambar fabrikasi hanya memperlihatkan gambar 1D(1 dimensi) maka berdasarkan bentuk item diatas kalau diterjemahkan dalam gambar fabrikasi akan ditunjukkan dalam 3 sudut pandang sebagai berikut:

Front View

Bentuk item dari depan akan diperlihatkan dalam gambar seperti ini.



Top View

Bentuk item dari atas akan diperlihatkan dalam gambar seperti ini.

View Side

Bentuk item dilihat dari samping akan diperlihatkan dalam gambar seperti ini.


Sampai di sini, saya percaya anda sudah paham bagaimana teknik awal cara membaca gambar fabrikasi item berbentuk datar,kotak persegi maupun bentuk tabung.
Teknik-teknik yang saya jelaskan tersebut di atas merupakan pemahaman dasar untuk bisa mempelajari gambar fabrikasi yang sesungguhnya.Jika anda sudah bisa membaca gambar bentuk dalam tiga sudut pandang,maka item bentuk apapun akan mudah tergambar dalam pikiran anda  "seperti apa barang / produk yang akan dibuat".

Demikian teknik dasar cara membaca gambar fabrikasi..Semoga bermanfaat dan nantikan posting berikutnya.

> Lanjutkan...
>

Teknik Dasar : Gambar Bentuk Persegi


Teknik dasar cara membaca gambar yang saya jelaskan di sini difokuskan pada cara membaca bentuk dari suatu item(barang).Untuk cara membaca gambar fabrikasi secara detail akan saya jelaskan pada posting berikutnya.
________________________________________________________________________________________________


Membaca Gambar Fabrikasi Item Bentuk Persegi

Gambar di atas menunjukkan gambar ducting bentuk kotak dalam 3D .Bagaimana cara membaca gambar fabrikasi nya?
Untuk diketahui bahwa gambar fabrikasi hanya memperlihatkan gambar 1D(1 dimensi) maka berdasarkan bentuk item diatas kalau diterjemahkan dalam gambar fabrikasi akan ditunjukkan dalam 3 sudut pandang sebagai berikut:

1.Front View

Bentuk item dari depan akan diperlihatkan dalam gambar seperti ini.


2.Top View

Bentuk item dari atas akan diperlihatkan dalam gambar seperti ini.

3.View Side

Bentuk item dilihat dari samping akan diperlihatkan dalam gambar seperti ini.



Perhatikan bahwa bagian yang terhalang benda di depannya, akan diperlihatkan dalam garis putus-putus.
Demikian teknik dasar membaca gambar fabrikasi item yang berbentuk kotak memanjang.
Bagaimana cara membaca gambar fabrikasi product yang bentuknya seperti tabung?

> Lanjutkan...


>

Teknik Dasar : Gambar Bentuk Datar


Teknik dasar cara membaca gambar yang saya jelaskan di sini difokuskan pada cara membaca bentuk dari suatu item(barang).Untuk cara membaca ukuran gambar akan saya jelaskan pada posting berikutnya.
_________________________________________________________________________________



Membaca Gambar Fabrikasi Item Bentuk Datar

Gambar di atas menunjukkan bentuk 3D bidang datar.Bagaimana cara membaca gambar fabrikasi untuk membuat item seperti gambar di atas?
Untuk diketahui bahwa gambar fabrikasi hanya memperlihatkan gambar 1D(1 dimensi) maka berdasarkan bentuk item diatas kalau diterjemahkan dalam gambar fabrikasi akan ditunjukkan dalam 3 sudut pandang sebagai berikut:

1.Front View

Gambar yang menunjukkan bentuk item dilihat dari depan,akan terlihat seperti ini.


Top View

Gambar yang menunjukkan bentuk item dilihat dari atas,akan terlihat seperti ini.

View Side

Gambar yang mennjukkan bentuk item dilihat dari samping,akan seperti ini.


Cara membaca gambar fabrikasi item yang berbentuk datar ini merupakan langkah awal pemahaman belajar teknik gambar fabrikasi.Dengan penampakan 3 sudut pandang tanpa gambar 3D pun anda sudah bisa membayangkan akan seperti apa bentuk asli item yang dimaksud.
Bagaimana cara membaca gambar jika barang yang akan difabrikasi berbentuk kotak memanjang dengan beberapa item?


Kamis, 16 April 2015

Teknik Dasar Membaca Gambar Fabrikasi


Fitter dan shop drawing,dua istilah yang selalu berkaitan.Fitter adalah orang yang melakukan proses fabrikasi,merangkai dan membuat alat produksi dan konstruksi.Sedangkan shop drawing atau gambar fabrikasi adalah gambar dari suatu bentuk barang atau alat-alat produksi maupun konstruksi yang akan dibuat oleh seorang fitter.
Ruang lingkup pekerjaan fitter sangat luas,bahkan bisa dibilang hampir semua jenis pekerjaan yang berhubungan dengan proyek disitu pasti membutuhkan fitter.Oleh karena itu seorang fitter dituntut untuk bisa membaca gambar atau paling tidak tahu teknik dasar membaca gambar fabrikasi,karena dari situ akan berkembang dan bisa membaca gambar selanjutnya yang lebih complete.

Secara umum gambar fabrikasi atau shop drawing ada beberapa macam,yaitu:
1.General Drawing
2.Section Drawing
3.Detail Drawing
4.Cutting Plan

General Drawing

General drawing dalah gambar fabrikasi yang menunjukkan bentuk secara meyeluruh dari suatu product yang akan dibuat.Istilah lain adalah gambar arrangement.
Contoh gambar:



Section Drawing

Section drawing adalah gambar yang menunjukkan salah satu atau beberapa bagian dari item/produk yang akan dibuat berdasarkan arrangement drawing.
Contoh gambar:

Detail Drawing

Detail drawing adalah gambar yang menunjukkan item tertentu dengan maksud untuk memperjelas ukuran,jarak lubang,tipe pengelasan dan lain-lain.Detail drawing ditandai dengan lingkaran dan huruf A,B,C dan seterusnya.
Contoh gambar:

Cutting Plan

Cutting plan adalah gambar yang menunjukkan bentuk potongan dari masing-masing item beserta jenis material,ukuran maupun tebal plat.
Contoh gambar:

Sudut Pandang Gambar Fabrikasi

Gambar fabrikasi pada umumnya diperlihatkan dalam 3 sudut pandang yaitu:

1.Top View

  Gambar yang memperlihatkan bentuk item dilihat dari atas.

2.Front view

  Gambar yang memperlihatkan bentuk item dilihat dari depan.

3.View Side

  Gambar yang memperlihatkan bentuk item dilihat dari samping.

Berikut contoh teknik dasar cara membaca gambar fabrikasi dalam beberapa sudut pandang dalam bentuk sederhana,antara lain:


>

Selasa, 14 April 2015

Istilah Dan Fungsi Jabatan di Proyek Konstruksi



Proyek Konstruksi


Dalam dunia proyek terutama proyek konstruksi ada istilah-istilah yang menunjukkan posisi jabatan dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.Berikut penjelasan ringkas tentang istilah,posisi dan jabatan dalam proyek konstruksi mulai dari jabatan teratas sampai bawah,khusus untuk jabatan yang terjun langsung di lapangan.

Manager Proyek adalah orang yang bertanggung jawab secara menyeluruh pekerjaan suatu proyek tertentu.
Secara garis besar tanggung jawab manager proyek adalah:
- Merencanakan kegiatan-kegiatan dalam proyek, termasuk pemecahan pekerjaan, penjadwalan dan anggaran.
- Mengorganisasikan, memilih dan menempatkan orang-orang dalam tim proyek.
- Mengorganisasikan dan mengalokasikan sumber daya.
- Memonitor status proyek.
- Mengindentifikasikan masalah-masalah teknis.
- Titik temu dari para konstituen: subkontraktor, user, konsultan, top management.
- Menyelesaikan konflik yang terjadi dalam proyek.
- Merekomendasikan penghentian proyek atau pengerahan kembali sumber daya.

Chief adalah orang yang bertugas dan bertanggung jawab menyelesaikan suatu proyek tertentu yang membawahi beberapa supervisor dan merupakan kepanjangan tangan dari manager proyek.Kita mengenal adanya Chief Engineering dan Chief Konstruksi


Supervisor adalah orang yang bertugas dan bertanggung jawab menyelesaikan suatu pekerjaan dalam area proyek tertentu dan membawahi beberapa foreman.

Foreman adalah orang yang bertugas dan bertanggung jawab menyelesaikan suatu pekerjaan dalam lingkup area tertentu dan membawahi beberapa team fitter,welder dan helper.Dalam proyek skala besar biasanya antara fitter dan welder akan masuk dalam management team terpisah,meskipun area pekerjaan sama.

Material Control adalah orang yang bertugas mengurus material proyek di lapangan,termasuk mengecek,mengatur dan mensuplai material ke lokasi bidang pekerjaan masing-masing.

W I (Welding Inspector) adalah orang yang bertugas melakukan pengecekkan atau inspection pada hasil pengelasan dan berhak memutuskan YES or NOT.

QC (Quality Control) adalah orang yang bertugas mengontrol dan mengecek kelayakan suatu barang atau produk sesuai penilaian standart dan berhak memutuskan yes or not dari hasil penilaian tersebut.

Welder adalah orang yang bertugas melakukan pengelasan

Fitter adalah orang yang mempunyai keahlian dalam proses fabrikasi maupun erection atau fit up material di lapangan (area proyek).

Pipe Fitter adalah orang yang mempunyai keahlian di bidang instalasi perpipaan.

Rigger adalah orang yang mempunyai keahlian khusus dalam bidang pengangkatan termasuk tali menali seling wire dan memandu material ke tempat yang semestinya.Pekerjaan rigger selalu berhubungan dengan alat berat crane.

Schafolder adalah orang yang mempunyai keahlian di bidang pemasangan perancah dari pipa schafolding maupun stagger sebagai alat bantu pekerjaan fitter dan welder.

Helper adalah orang yang membantu pekerjaan fitter dan welder

Demikian istilah dan fungsi jabatan di proyek konstruksi terutama yag berhubungan langsung pekerjaan di lapangan.Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan dan semoga berguna.


Sabtu, 11 April 2015

Lowongan Kerja Migas PT Chevron Indonesia 2015



Informasi lowongan kerja migas dari www.cdcpolines.com.

Chevron merupakan perusahaan energi yang beroperasi dan menghasilkan lebih dari 40 persen dari produksi minyak di Indonesia, Chevron memiliki jaringan yang luas di dunia dan sejumlah anak perusahaan yang telah beroperasi pada bidangnya di seluruh dunia. Chevron yang berlokasi di San Ramon, California, Amerika Serikat, merupakan perusahaan yang memproduksi dan menjual produk-produk petrokimia, menghasilkan dan mengirimkan minyak mentah dan gas alam, pengilangan, pemasaran dan melakukan distribusi bahan bakar pelumas.

Chevron Kembali membuka Lowongan kerja untuk beberapa posisi, berikut ini informasi Posisi, persyaratan dan tata cara pelamarannya.

Posisi dan Persyaratan :


1. Kepala Produksi (KS)
2. Staff Administrasi (SA)
3. Sekretaris (SKR)
4. Supervisior (SR)
5. Customer Service (CS)

Persyaratan:,
•Pria / Wanita
•Usia maksimal 25 tahun
•pengalaman minimal 1-2 tahun
•Lulusan Sarjana Strata 1 (S-1) atau Sarjana Strata 2 (S-2)- Deploman (D-3) dari salah satu jurusan
•Bersedia ditempatkan di seluruh Unit/Unit Bisnis/Anak Perusahaan PT Chevron Pacific Indonesia
•Bersedia mengikuti interview di wilayah kerja PT Chevron Pacific Indonesia
•Terbuka untuk lulusan S1,S2/D3,D1 Pekerjaan dengan jurusan:

Fasilitas :
• Gaji Pokok Rp.12.500.000, Uang Makan & Transport, Asuransi dan Seragam

Hanya pelamar yang memenuhi kualifikasi dan mengirim via email yang akan kami proses.
Tuliskan nama posisi yang anda inginkan di subject email tuliskan nama situs info lowongan

Kelengkapan dan Berkas Lamaran :

1. Berkas Lamaran Kerja
2. Curriculum Vitae (CV) / Daftar Riwayat Hidup
3. Copy Ijazah terakhir yang telah dilegalisir
4. Pas photo ukuran 4 x 6 cm
5. Nomor Tlp/Hp

Jika anda memenuhi kualifikasi diatas, dan berminat dengan lowongan kerja Chevron ini, silahkan Kirimkan lamaran dan CV lengkap via e-mail ke : formycareer.cp@gmail.com
Alamat : Sentral Senayan I Office Tower
Jl.Asia Afrika No. 8,Jakarta 10270 Indonesia
MANAGER HRD PT CHEVRON PACIFIC INDONESIA

>
<

Senin, 06 April 2015

Cara Fabrikasi Flange Ducting Dan Rumus Bentangan


Flange Ducting adalah bagian yang berfungsi untuk menggabungkan dua unit ducting menjadi satu kesatuan yang utuh dengan menggunakan baut dan mur sebagai alat perekatnya.
Contoh gambar flange dan 2 unit ducting yang akan disambung.

Flange Ducting

Melanjutkan pembahasan kita sebelumnya mengenai fabrikasi ducting steinless steel OD 1200 mm,maka langkah selanjutnya yang dilakukan fitter adalah fabrikasi flange ducting.
Fabrikasi flange ducting yang berbentuk lingkaran buat sebagian fitter fabrikasi sebenarnya sangat mudah tapi perlu saya jelaskan kembali mengingat banyak juga fitter fabrikasi yang belum paham dan masih bingung cara mencari jarak antar lubang baut(holes) dan juga panjang bentangan persegmen jika flange harus dibuat potongan.

Saya akan menjelaskan langkah-langkah fabrikasi flange ducting- seperti contoh gambar di atas - dengan spesifikasinya sebagai berikut:
- Outside diameter flange =  1350 mm
- Inside diameter flange = 1200 mm
- PCD (as baut) = 1280 mm
- jumlah baut = 32 pcs
- ukuran baut = 16 mm
- tebal plat = 12 mm
1.Marking Flange Per-segmen
2.Cutting 
3.Menjoint dan pengelasan
4.Membuat lubang baut 
5.Finishing

Sebelum melakukan langkah-langkah fabrikasi, persiapkan peralatan-peralatan yang dibutuhkan,misalnya: meteran,mistar panjang,jangka,kapur besi,spidol,centerpen/drip,mesin las dan lain-lain.

1.Marking Flange Per-segmen

Tentukan terlebih dahulu berapa segmen potongan yang harus kita buat untuk 1 unit flange.Sesuaikan dengan lebar plat yang tersedia dengan tidak mengurangi efisiensi plat dan fungsi flange itu sendiri.Semakin banyak sambungan tentu kurang baik,idealnya untuk fange OD 1350 mm adalah 4 sampai 6 segmen saja.Untuk mengetahui berapa panjang bentangan flange tiap segmen,gunakan rumus ini:

Panjang bentangan = sin(180 : jumlah segmen yang diinginkan) x outside diameter.

Sebagai contoh kita akan membuat flange O.D.1350 mm menjadi 4 segmen,,maka perhitungannya adalah: 
Panjang bentangan = sin (180:4) x 1350 
Pb = sin 45 x 1350 
Pb  = 0,707 x 1350
Pb  = 954 .
Jadi panjang bentangannya adalah 954 mm.

Cara markingnya akan seperti ini:

Flange 4 segmen

(Untuk mengetahui lebih jelas cara membuat dan perhitungan bentangan flange dalam beberapa segmen silahkan baca postingan saya selanjutnya).

2.Cutting

Setelah marking selesai lakukan pemotongan dengan mesin potong plasma yaitu kombinasi mesin plasma dan oksigen.Pemotongan bisa dibantu dengan menggunakan jangka atau mesin potong robot yang dimodifikasi sehingga bisa berjalan melingkar.

3.Menjoint dan Pengelasan

Cara menjoint:
- Buat marking lingkaran sesuai inside diameter flange yaitu 1200 mm (akan lebih baik jika ditambah 2 mm menjadi 1202 mm) di atas plat matras.Hal ini dimaksudkan agar memudahkan kita saat memasang pada ducting dengan OD 1200mm,jadi ada spare 1 mm keliling.
- Letakkan satu persatu potongan plat tersebut membentuk lingkaran,dengan dibevel ujungnya terlebih dahulu.
- Atur permukaan pertemuan plat sedemikian rupa sehingga benar-banar rata,kemudian lakukan tagweld pada semua sambungan.
- Lakukan penguncian antara flange dengan plat matras pada tiap sambungan agar tidak melengkung saat dilas
- Jika sudah maka pengelasan siap dilakukan pada semua sambungan.
Setelah proses pengelasan selesai lanjutkan dengan penggrindaan pada bekas las-lasan hingga tampak rata dan rapi seperti tidak ada pengelasan.

4.Membuat Lubang Baut

- Letakkan flange yang sudah kita buat tadi di matras dan jepit sedemikian rupa hingga tidak mudah bergeser,atau bisa juga ditagweld.
- Dengan menggunakan jangka,marking permukaan flange dengan jari-jari 640mm.Seperti kita ketahui bahwa center as (PCD) flange adalah 1280mm
- Buat satu titik awal dengan drip/centerpen.
- Lanjutkan marking flange secara menyilang menjadi 4 bagian yang sama.Bisa menggunakan jangka atau dengan rumus pitagoras.
- Setelah 4 titik perempatan sudah ditentukan,lanjutkan marking titik-titik berikutnya dengan menggunakan rumus:

Jarak holes(A) = sin (180 : jumlah holes) x PCD

A = sin (180 : 32) x PCD
A = sin 5,625 x 1280 
A = 125,5
Jadi jarak antar lubang baut adalah 125,5 mm
Lihat gambar berikut:


Flange Ducting

- Selanjutnya lakukan pengeboran menggunakan magnetic drill atau dengan mesin bor yang sudah tersedia.Gunakan mata bor sesuai jenis materialnya.

5.Finishing

Lakukan penggerindaan pada semua permukaan flange yang kasar terutama pada lubang baut bekas pengeboran,sehingga permukaan dan semua bagian flange terlihat rapi dan mulus.

Demikian sedikit penjelasan mengenai fabrikasi flange ducting yang bisa saya uraikan dan semoga berguna.Nantikan posting saya berikutnya.

> Lanjutkan membaca...
>